Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sesaat Kutantang Matahari

Sesaat Kutantang Matahari By. Ahmad Rasyid Pagi itu, tepatnya Senin pagi kami seperti biasanya melaksanakan upacara bendera di sekolah. Pancaran sinar matahari begitu terang. Sekitar sepuluh menit tak sedikitpun mendung menghampirinya. Tak butuh diam, biarlah berlalu walau sewaktu saja melintas lalu meneduhi kami. Panasnya terasa keras menampar pipi. Terik, sungguh memerahkan. Tampaknya mayoritas siswa yang siap gerak dalam barisan mulai nolah-noleh. Tak semangat. Disiplin yang tak biasa termanjakan, sedikit  goyah. Andai saja, Pak Guru Zainal tak dibelakangnya tentulah bubar. Aku yang terpanggil belakangan sebagai pembina upacara ragu-ragu pula. Kurang pede di kala berhadapan langsung dengan matahari. Protokol memanggilnya. Tidak serta merta aku ke lapangan, melainkan kuambil topi blangkon yang biasa kupakai hari Selasa di etalase kantor. Terlihat aneh. Setelan seragam ceki dengan atas blangkon. Siip... baru aku berdiri di tempat yang sudah disiapkan. Lima menit saja pipiku...