Postingan

Menampilkan postingan dengan label OPINI

HAKIKAT TAHUN BARU

Gambar
HAKIKAT TAHUN BARU Kemarin Masih 2023, Sekarang Sudah 2024 Dalam kaidah fiqih disebutkan, "Pertahankan yang lama yang masih baik dan lakukan dengan hal baru yang memberikan nilai lebih baik." Artinya, kita wajib atau suatu keniscayaan untuk mensyukuri datangnya pagi setelah petang atau datangnya tahun baru setelah tahun yang lampau. Sehingga dalam diri ini selalu tumbuh dan terbangun energi baru,  dengan spirit baru bahwa masa depan haruslah lebih baik dari masa saya telah berlalu. Sebab: Masa lampau menjadi suatu kenyataan yang harus kita telaah kembali atau berefleksi diri dengan apa yang telah terjadi apakah itu baik atau "sebaliknya"  memberikan kesan negatif kepada diri ataupun bagi orang lain. Jikalau berdampak positif maka sebaiknya kita pertahankan dan atau kembangkan warna, aroma, sekaligus manfaatnya. Jikalau kemudian memiliki dampak yang negatif, mengapa sampai terjadi yang demikian?  Itulah pentingnya evaluasi dan refleksi kita adakan. Jikalau yang...

"KEP-TANGKEBBAN" DALAM BEROBAT, BENARKAH?

Gambar
"KEP-TANGKEBBAN" DALAM BEROBAT, BENARKAH ? Assalamualaikum sahabat Komalanaate.... Salam sehat selalu dan tetap semangat pagi. !!! Seringkali kita mendengar istilah "kep-tangkebban". Istilah tersebut tidak hanya digunakan oleh pemain sepak bola atau pemain voli ball. Melainkan di kalangan masyarakat Madura istilah tersebut sering dikonotasikan atau dikait-kaitkan dengan proses kesembuhan seseorang ketika mendapatkan nikmat sakit. Kalimat dalam versi Madura sering kita dengar sebagaimana berikut "Sengko' mon asuntik ka dokter rowa ta' tangkep sakale, olle gun bannya' napos eppil." "Iya pada bi' sengko',  mon sake'an la pas menta kerrek terros aoro' sabadan, ella jiya pas ntaman tedhung, baras laju." "Apa, ba'ari' sengko' entar aoro' keya ka se lambanna ba'na gi' buru daga rennyo, gun olle sake'an kabbi. Enja' onggu ta' tangkep ja'. Pora Allah enja' sengk...

HARTA WARISAN (ARTA PAREBBA'AN) versi KE ISMAIL

Gambar
Gambar: Dok. Pribadi HARTA WARISAN (ARTA PAREBBA'AN) versi KE ISMAIL  Saya pernah mendapatkan tausiah tak sengaja (saat itu saya masih seusia SMP kelas awal) atau pencerahan melalui kakek saya dari jalur ibu yaitu Kae SADIWA atau Ke ISMAIL bin SYARIF (Ismail, nama terakhir dan dipakai setelah diubah oleh guru beliau ketika mondok dan ngaji pada Syaikhona KH Zainal Arifin bin K. Tolabuddin, pengasuh Pondok Pesantren Terate Sumenep). Namun kami biasa memanggilnya Ke Mattasin, sebuah nama panggilan yang dinisbatkan pada anak pertamanya. Profil dari kakek yang kemudian saya sebut dengan nama Ismail termasuk sosok penyabar, sederhana perikehidupannya. Ia tak terbawa oleh arus hiruk pikuknya dunia. Ia berkepribadian zuhud, qana'ah, dan shaleh. Ia sebagai kiai kampung atau guru ngaji yang mengajari ilmu Alquran sehabis salat maghrib saja di langgar kene'. Mata pencaharian pokoknya, selain sebagai petani tradisional yang belum mengenal teknologi, ia juga berprofesi sebagai ...

UNTUK APA HIDUP?

Gambar
Dok. Pribadi  UNTUK APA HIDUP? Jagalah sehat sebelum sakit, kata Rasulullah. Sehat itu bagian konsekuensi hidup demikian juga ketika Allah memberikan kita sakit ataupun musibah lainnya . Oleh karenanya sungguh sangat beruntung apabila mampu menggunakan sehat untuk sebesar-besar memberikan dan menularkan manfaat untuk diri sendiri demikian juga untuk orang lain.  Andaikan kita orang berilmu, sampaikanlah ilmu walaupun secuil (satu ayat) sebagai buah dari ilmu yang kita miliki. Apa saja potensi yang Allah berikan kepada kita selagi kita masih sehat (masih bisa makan semuanya tu enak tak ada pantangan, hehehe), selagi kita hidup (ntu tetangga kita kemaren sore udah meninggal, tak sakit lagi, tiba-tiba jeblok blas angine) mari wujudkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama (saling sharing, saling menerima dan memberi, saling menasehati dalam kebaikan dan dalam kesabaran) sebagai upaya kita taqarrub illallah Andaikan kita mampu dapatlah kita menjadi tempat curhat bagi t...