HAKIKAT TAHUN BARU

HAKIKAT TAHUN BARU

Kemarin Masih 2023, Sekarang Sudah 2024

Dalam kaidah fiqih disebutkan, "Pertahankan yang lama yang masih baik dan lakukan dengan hal baru yang memberikan nilai lebih baik."

Artinya, kita wajib atau suatu keniscayaan untuk mensyukuri datangnya pagi setelah petang atau datangnya tahun baru setelah tahun yang lampau. Sehingga dalam diri ini selalu tumbuh dan terbangun energi baru,  dengan spirit baru bahwa masa depan haruslah lebih baik dari masa saya telah berlalu.

Sebab: Masa lampau menjadi suatu kenyataan yang harus kita telaah kembali atau berefleksi diri dengan apa yang telah terjadi apakah itu baik atau "sebaliknya"  memberikan kesan negatif kepada diri ataupun bagi orang lain. Jikalau berdampak positif maka sebaiknya kita pertahankan dan atau kembangkan warna, aroma, sekaligus manfaatnya.

Jikalau kemudian memiliki dampak yang negatif, mengapa sampai terjadi yang demikian?  Itulah pentingnya evaluasi dan refleksi kita adakan.

Jikalau yang telah terjadi bersifat baik dan berdampak lebih luas kebaikan dan kebermanfaatannya pada banyak orang atau juga pada makhluk selain kita, maka itulah sejati kehidupan yang diharapkan nyata.


Itu pulalah yang dinamakan Umur Barokah. Umur yang memberikan nilai kesejahteraan lahir dan batin, baik dalam kehidupan di dunia apalagi untuk kehidupan kelak di akhirat yang kita yakini bersifat pasti adanya.

Apalah artinya aktivitas yang baru dari jabatan yang baru. Atau dari apa yang kita miliki hal yang baru namun kemudian hanya akan menjadikan kita sebagai budak darinya?! Sebab cukuplah bagi kita untuk menghambakan diri hanyalah semata kepada Allah. Tidak pada yang selain-Nya.

Semoga kita semua terhindar dari munculnya fenomena memberhalakan kekuasaan, memberhalakan jabatan, dan atau memberhalakan apa yang kita punya. Hakikat dari semuanya adalah pemberian bahkan titipan dari Allah yang harus kita pertanggungjawabkan kembali kepada-Nya.

Adalah suatu kenikmatan besar jikalau kita benar-benar berada dalam persangkaan baik terhadap zat Pencipta yaitu Allah.  Bahwa kita ini adalah seorang hamba. Allah adalah mutlak yang wajib disembah sebab Dialah sang Maha Pencipta kita.

Kebaharuan mari kita sambut dengan optimis disertai doa. Semoga Allah tak akan menjadikan beban di pundak kita menjadi lebih berat, melainkan memberikan dan menjadikannya menjadi lebih Barokah. Ringan memiliki makna, "sebab" kita mampu untuk memikulnya menjadi lebih amanah. Aamiin 🤲


Di Indonesia tahun 2024 orang menyebutnya sebagai tahun politik. Nah pada saat itu kapasitas kita sebagai apa?

Apakah sebagai politikus?
Apakah sebagai petugas yang memiliki hak dan kewenangan untuk memberikan jalan terbaik terhadap prosedur pemilihan umum?
Atau kita hanyalah sebagai warga yang memiliki hak untuk memilih dan tak menginginkan untuk dipilih?

Siapapun kita sebagai warga bangsa dari negara Indonesia harus menjadikan asas bernegara menjadi dasar pijakan dalam melakukan aktivitas terkait dengan kapasitas apa kita.

Indonesia adalah negara demokrasi maka harus menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia yang demokratis. Jangan sunat hak kami. Jangan pangkas apa yang telah kami lakukan sebab hal ini amanat untuk kalian.

Tugas politikus sejati adalah bagaimana menerapkan sila ke-4 dari Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.

Namun harus memiliki daya dukung agar perannya dapat meneguhkan sila ke-2 yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Serta dapat menjunjung tinggi sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nah kalau yang demikian itu sudah dapat diimplementasikan dalam perikehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia maka tentunya sila ke-3 akan dicapai yaitu persatuan Indonesia.

Dari keempat sila tersebut, kemudian mengerucut bahwa setiap tindakan dan tujuan yang akan kita raih harus benar-benar tetap berlandaskan pada sila ke-1 yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebab hakikat dari apa yang kita lakukan pada dasarnya adalah sebagai bahan dasar bagaimana kita dapat menghadap ke Hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan segala penuh tanggung jawab sehingga damai di dunia dan juga damai pun Sejahtera di akhirat kelak.

Berjuang dengan siasat politik itu sunnatullah, namun sebisa mungkin tetap upayakan berkiblat pada berpolitik praktis yang bermartabat

#SalamTa'dzimTukOrtuku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI