Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

DETIK-DETIK MENJELANG PUNCAK HAJI

Gambar
Catatan Safari Haji 2026 #10 DETIK-DETIK MENJELANG PUNCAK HAJI Saatnya pasrah, bukan tanda menyerah, gerbang Armuzna sebentar lagi merekah. Arafah memanggil dengan sunyi nan indah, Muzdalifah menanti, Mina menyempurnakan arah. Jutaan jiwa akan larut dalam lautan manusia, melepas nama, gelar, juga segala cerita dunia. Bila raga diperas lelah dan asa mulai sirna, Ya Rabb… gantilah letih ini menjadi lillah semata. Jangan gentar ketika langkah mulai melambat, sebab yang menuntun bukan otot yang kuat. Bisikkan lirih dalam hati yang taat: حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير — Engkaulah Penolong, tempat jiwa menambat. Kini Arafah telah tampak di pelupuk mata, waktu terbaik meluruhkan dosa dengan air mata dan doa, وأفوض أمري إلى الله Kami serahkan segala perkara - semoga pulang membawa haji yang mabrur dan jiwa yang bercahaya. اللَّهُمَّ اجْعَلْ سَفَرَنَا سَالِمًا آمِنًا مُبَارَكًا، وَاجْعَلْ حَجَّنَا مَبْرُورًا، وَسَعْيَنَا مَشْكُورًا، وَذَنْبَنَا مَغْفُورًا، وَعَمَلَنَا...

BELAJAR PERCAYA DIRI DAN BERSABAR

Gambar
BELAJAR PERCAYA DIRI DAN BERSABAR  @hmad Rasyid  Delapan bulan telah mengubah cara kaki membaca bumi, langkah yang dulu lepas kini memilih pelan, seakan setiap pijakan harus berdialog dengan otot yang masih belajar percaya. Ada ruas yang menyempit, ada keseimbangan yang sesekali berpaling, namun ada nyala yang justru tumbuh ketika tubuh tak lagi menjadi satu-satunya penentu. Di antara arus manusia yang mengalir deras, aku datang dengan irama sendiri - lebih lambat, tetapi bukan lebih kalah. Setiap jengkal menuju Masjidil Haram menjadi kisah yang ditulis ulang, bukan tentang seberapa cepat sampai, melainkan seberapa utuh hati melangkah. Kadang aku berhenti, kadang pula dinding dan tongkat menjadi sahabat, kadang napas meminta jeda - tetapi rindu tak pernah meminta mundur. Sebab ada panggilan yang tak diukur oleh panjang langkah, melainkan oleh bara yang dijaga. Maka aku terus mendekat, meski jarak terasa lebih panjang dari dahulu, agar kelak ...

BAHASA SEMESTA DARI TIMUR

Gambar
BAHASA SEMESTA DARI TIMUR  Karya Ahmad Rasyid  Di altar dunia, Bahasa Ibu menjelma nyala Serupa embun embun di pagi yang pertama Disulam PBB dalam kain dasa warna bahasa Menjadi gema dalam gaung semesta Lidah Nusantara kini jadi lidah dunia Melintas batas, menari di angkasa maya Dari rimba Sumatera hingga gurun Sahara Berkisah bijak dalam satu suara Bukan lagi hanya milik anak zamrud khatulistiwa Tapi milik bumi, dalam tutur yang tak fana Bahasa Indonesia, lentera cahaya bangsa Menjulang tinggi di cakrawala makna Padangdangan, 19 Mei 2025