BELAJAR PERCAYA DIRI DAN BERSABAR

BELAJAR PERCAYA DIRI DAN BERSABAR 
@hmad Rasyid 

Delapan bulan telah mengubah cara kaki membaca bumi,
langkah yang dulu lepas kini memilih pelan,
seakan setiap pijakan harus berdialog
dengan otot yang masih belajar percaya.
Ada ruas yang menyempit,
ada keseimbangan yang sesekali berpaling,
namun ada nyala yang justru tumbuh
ketika tubuh tak lagi menjadi satu-satunya penentu.

Di antara arus manusia yang mengalir deras,
aku datang dengan irama sendiri -
lebih lambat,
tetapi bukan lebih kalah.
Setiap jengkal menuju Masjidil Haram
menjadi kisah yang ditulis ulang,
bukan tentang seberapa cepat sampai,
melainkan seberapa utuh hati melangkah.

Kadang aku berhenti,
kadang pula dinding dan tongkat menjadi sahabat,
kadang napas meminta jeda -
tetapi rindu tak pernah meminta mundur.
Sebab ada panggilan yang tak diukur
oleh panjang langkah,
melainkan oleh bara yang dijaga.

Maka aku terus mendekat,
meski jarak terasa lebih panjang dari dahulu,
agar kelak aku dapat berkata:
tubuh boleh menyempit jalannya,
tetapi semangat tak pernah kehilangan ruang menuju rumah-Mu, Ya Rabb.

Mekkah, 21 Mei 2026 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRESENTASI KEPALA SEKOLAH SDN PADANGDANGAN I DALAM MOMEN OJT 1 PEMBELAJARAN MENDALAM

ILHAM, ANAK YANG MENGUATKAN

LEMPAR JUMRAH (TASYRIK I), IKHTIAR DAN KESABARAN DI MINA