PRESENTASI KEPALA SEKOLAH SDN PADANGDANGAN I DALAM MOMEN OJT 1 PEMBELAJARAN MENDALAM

Catatan Kecil Kepala Sekolah*)

PRESENTASI KEPALA SEKOLAH SDN PADANGDANGAN I DALAM MOMEN OJT 1 PEMBELAJARAN MENDALAM 
(SDN Pasongsongan IV, Rabu, 27 Agustus 2025)

Kegiatan On the Job Training (OJT) 1 Kepala Sekolah pasca IN 1 Diklat Pembelajaran Mendalam dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, bertempat di SDN Pasongsongan IV, berlangsung dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kelas Sumenep 4 Kelompok A dengan fasilitator Ibu Hermin.
Pada kesempatan tersebut masing-masing kepala sekolah diberikan kesempatan untuk menyampaikan presentasinya. Tak terkecuali Kepala Sekolah SDN Padangdangan I, Matrasit, yang didapuk sebagai pemresentasi kelima. 

Ia menyampaikan refleksi sekaligus pengalaman kepemimpinannya, yang menarik untuk dipelajari, mengingat saat ini beliau memasuki masa periodisasi kepemimpinan, setelah tiga periode menjabat sebagai Kepala Sekolah di tempat yang sama.

Kepemimpinan Berbasis Religius

Dalam paparannya, Bapak Matrasit menekankan bahwa selama masa kepemimpinannya, ia selalu berusaha menerapkan pendekatan religius. Pola kepemimpinan ini diwujudkan melalui pembiasaan-pembiasaan positif yang terintegrasi dengan nilai-nilai agama Islam, sesuai dengan keyakinan mayoritas peserta didik. 

Dengan cara ini, pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa tidak hanya menjadi program tambahan, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kolaborasi Kolegial dalam Etos Kerja

Selain menekankan religiusitas, beliau juga mengedepankan etos kerja kolaboratif dan kolegial. Hal ini diwujudkan dengan membangun hubungan kerja yang harmonis antar guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.

Menurutnya, sebuah sekolah akan mampu berkembang dengan baik apabila setiap elemen di dalamnya bergerak bersama dengan rasa memiliki dan tanggung jawab yang sama.
Penguatan Manajemen Sekolah

Dalam aspek manajemen, Bapak Matrasit menekankan pentingnya penyelarasan visi, misi, dan tujuan sekolah. Menurutnya, perencanaan strategis harus disusun secara bertahap mulai dari jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang, agar pengembangan sekolah berjalan secara terarah dan konsisten. Hal ini juga menjadi landasan untuk menciptakan pembelajaran yang mendalam serta relevan dengan tantangan zaman.

Adapun visi SDN Padangdangan I, Pasongsongan yang berlaku sejak tahun pelajaran 2025/2026, sebagaimana disepakati bersama Dewan Guru dan tertuang dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) adalah:

“Terwujudnya generasi pembelajar yang berpikir mendalam, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, dilandasi iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Visi ini menunjukkan arah yang jelas bahwa SDN Padangdangan I berkomitmen melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman, dengan landasan iman dan takwa.

Penutup

Paparan OJT 1 oleh Bapak Matrasit memberikan inspirasi berharga bagi para peserta. Gaya kepemimpinan berbasis religius yang dipadukan dengan etos kolaboratif, serta pengelolaan manajemen sekolah yang visioner, menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan sekolah harus menyentuh aspek spiritual, sosial, dan akademik sekaligus. 

Dengan demikian, diharapkan praktik baik ini dapat diadaptasi dan diterapkan oleh kepala sekolah maupun pendidik lainnya untuk mewujudkan pendidikan yang lebih bermakna. [Pak Acit]

@sorotan 
#BerbagiItuIndah
#Mella'Ate

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI