MENYEMPURNAKAN UMROH WAJIB

Catatan Safari Haji 2026 #02

MENYEMPURNAKAN UMROH WAJIB 
@hmad Rasyid 

Hari pertama di tanah suci diisi dengan menunggu. Setelah sebelumnya kami berniat umroh di Yalamlam, seluruh jamaah menanti kepastian kapan rangkaian rukun umroh dapat dilanjutkan. 

Penantian itu akhirnya terjawab. Berdasarkan informasi dari petugas haji Kloter 78 yang dimediasi oleh Lora Roiq dari KBIH Al Munawaroh Sumenep, jamaah dibagi menjadi dua shift pelaksanaan.

Shift pertama diperuntukkan bagi jamaah yang sehat dan tidak membutuhkan bantuan khusus. Mereka dijadwalkan berangkat dari hotel menuju Masjidil Haram pada malam Kamis ba’da Isya, 14 Mei 2026, untuk melaksanakan tawaf, sa’i, dan tahallul tetap pengawalan dan arahan dari petugas haji kloter yang berkolaborasi dengan pihak KBIH Lora Roiq.
Adapun shift kedua dikhususkan bagi jamaah dengan kategori khusus seperti lansia dan jamaah yang membutuhkan bantuan sebab sakit, seperti penulis. 

Pelaksanaan shift kedua dilakukan dengan menggunakan jasa gaite atau pendorong kursi roda. Fasilitas telah disiapkan mulai dari terminal Shit Amir 1 - 13 karena kami mendapatkan fasilitas bis sholawat yang siap mengantar 24 jam dari hotel 410 atau sektor 4 bis 10 warna pink - hingga pelaksanaan ibadah di lantai dua masjid dan kembali lagi di mana kami dijemput.

Kami pun termasuk yang terpisah dalam pelaksanaannya. Istri saya melaksanakan umroh pada shift pertama, sedangkan saya mengikuti shift kedua. 
Biaya jasa dorong yang disepakati hingga seluruh rangkaian selesai sebesar 300 Real Arab Saudi (RAS), kurang lebih setara 1.500.000 rupiah.

Rangkaian ibadah dimulai dengan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dimulai dari arah rukun Hajar Aswad tanda lampu warna hijau. Setelah itu dilanjutkan salat sunah ba’da tawaf di area yang lurus dengan Multazam. 

Berikutnya melaksanakan sa’i dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah sebanyak tujuh putaran hingga selesai. Rukun terakhir adalah tahallul, yaitu mencukur sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya umroh.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian umroh wajib pun selesai kami tunaikan.

Mayoritas jamaah Kabupaten Sumenep melaksanakan Haji Tamattu’, sehingga diwajibkan membayar dam yang dikoordinasikan melalui Karu dan Karom sebesar 720 RAS. Sementara sebagian kecil jamaah melaksanakan Haji Ifrad sehingga tidak terkena kewajiban tersebut.

Kini kegiatan perdana telah rampung. Kami dapat melanjutkan ibadah secara mandiri dan atau dapat mengikuti agenda KBIH sambil menanti puncak ibadah haji di Arafah pada 9 Dzulhijjah nanti. 

Semoga seluruh perjalanan ini diberi kelancaran, kesehatan, keberkahan, dan berujung pada haji yang mabrur. Aamiin.

Mekkah, 15 Mei 2026 
#BerbagiItuIndah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRESENTASI KEPALA SEKOLAH SDN PADANGDANGAN I DALAM MOMEN OJT 1 PEMBELAJARAN MENDALAM

ILHAM, ANAK YANG MENGUATKAN

LEMPAR JUMRAH (TASYRIK I), IKHTIAR DAN KESABARAN DI MINA