MENYIAPKAN DIRI MENJADI TAMU ALLAH DI ARAFAH
Catatan Safari Haji 2026 #09
MENYIAPKAN DIRI MENJADI TAMU ALLAH DI ARAFAH
@hmad Rasyid
Dalam Safari Haji 2026, salah satu ikhtiar dari KBIH Al Munawarah Sumenep dalam mempersiapkan para jamaah, bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani menjelang puncak ibadah haji di Arafah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 di lantai IX Hotel Ma'hd Ar-ressalah selesai salat berjamaah Maghrib hal yang menjadi menjadi ruang penguatan ilmu sekaligus penyegaran hati agar para jamaah lebih siap menjalani momentum yang sering disebut sebagai inti dari ibadah haji: Al Hajju Arafah.
Materi pertama disampaikan oleh Kiai Novel. Beliau mengingatkan bahwa ketika berada di Padang Arafah, jamaah sebaiknya tidak terlalu sering keluar masuk tenda.
Waktu sejak masuk dzuhur hingga menjelang maghrib merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperbanyak dzikir dan munajat kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Dzikir dianjurkan dilakukan di dalam tenda saja dengan suasana tenang dan khusyuk. Salah satu bacaan yang masyhur dicontohkan Rasulullah ﷺ adalah:
لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير
Dzikir ini dapat dibaca berulang, bahkan ditargetkan hingga 1000 kali. Selain itu, jamaah juga dianjurkan memperbanyak membaca Surah Al-Ikhlas, shalawat, doa sapu jagat:
ربنا اتنا في الدنيا حسنة ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخره يا سنه وقنا عذاب النار
serta istighfar adzimah atau wirid istighfar yang biasa diamalkan setiap harinya.
Apabila kondisi cuaca memungkinkan, jamaah dapat keluar dari tenda untuk bermunajat di ruang terbuka, menghadapkan hati sepenuhnya kepada Allah. Doa-doa besar dianjurkan didahulukan: memohon husnul khatimah, diberikan taubat nasuha sebelum meninggal dunia, serta memohon agar keturunan dijadikan anak-anak yang saleh dan salehah.
Penyampaian kedua oleh Bu Nurus Syamsiah membahas tentang pembayaran dam bagi jamaah haji tamattu’. Jamaah, khususnya dari Kabupaten Sumenep yang umumnya masuk gelombang kedua dan mengambil haji tamattu’, diingatkan agar pembayaran dam dilakukan secara terkoordinasi dan dapat dipertanggungjawabkan, baik menurut fiqih maupun kepada penyelenggara haji.
Adapun jamaah yang melaksanakan haji ifrad tidak wajib membayar dam, namun tetap perlu melapor kepada petugas kloter melalui ketua regu atau Karu.
Semoga seluruh jamaah diberi kemudahan, kesehatan, dan pulang membawa haji yang mabrur. Aamiin.
Mekkah, 23 Mei 2026
#BerbaiItuIndah
Komentar
Posting Komentar