MASJID BAI'ATUL AQABAH

Sketsa Artefak #02

MASJID BAI'ATUL AQABAH


Masjid Bai‘atul Aqabah (مسجد بيعة العقبة) adalah salah satu tempat bersejarah yang sangat penting dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad ï·º. 

Masjid ini dibangun untuk mengenang peristiwa Baiat Aqabah, yaitu ikrar setia sekelompok penduduk Yatsrib (yang kemudian menjadi Madinah) kepada Rasulullah ï·º pada masa sebelum hijrah.
Peristiwa ini terjadi di daerah Aqabah, Mina, tidak jauh dari tempat jamaah haji melempar jumrah sekarang. Pada masa itu, Nabi ï·º datang ke musim haji untuk menawarkan Islam kepada berbagai kabilah Arab.

A. Baiat Aqabah Pertama

Pada tahun ke-11 kenabian (sekitar 621 M), datang 12 orang dari Yatsrib menemui Rasulullah ï·º secara sembunyi-sembunyi di malam hari. Mereka menerima Islam dan berjanji:
✓ Tidak menyekutukan Allah
✓ Tidak mencuri
✓ Tidak berzina
✓ Tidak membunuh anak-anak
✓ Tidak berdusta
✓ Taat kepada Rasulullah ï·º dalam kebaikan

Peristiwa ini menjadi titik awal tersebarnya Islam di Yatsrib.

B. Baiat Aqabah Kedua

Setahun kemudian, pada musim haji berikutnya, jumlah kaum Muslim dari Yatsrib bertambah menjadi sekitar 73 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka bertemu Nabi ï·º secara rahasia di Aqabah.

Dalam baiat kedua ini, mereka bukan hanya masuk Islam, tetapi juga berjanji melindungi Rasulullah ï·º sebagaimana mereka melindungi keluarga mereka sendiri.

Di antara tokoh yang hadir adalah Abbas bin Abdul Muthalib yang saat itu memberikan nasihat kepada penduduk Yatsrib agar memahami konsekuensi besar menerima dan membela Nabi ï·º.

Salah satu ungkapan terkenal dari kaum Anshar ketika itu adalah bahwa mereka siap mempertahankan Rasulullah ï·º dengan jiwa dan harta mereka.

Mengapa peristiwa ini sangat penting?

Baiat Aqabah menjadi:
1. Awal terbentuknya masyarakat Islam di Madinah.
2. Jalan terbukanya hijrah Nabi ï·º dari Makkah ke Madinah.
3. Pondasi berdirinya negara Islam pertama.
4. Awal persaudaraan antara Muhajirin dan Anshar.

Masjid Bai‘atul Aqabah yang ada sekarang menjadi penanda lokasi bersejarah tersebut. Jamaah haji yang melewati kawasan Mina sering mengingat bahwa di tempat inilah lahir komitmen besar yang mengubah arah sejarah Islam.

Jika kita sedang berada di Makkah untuk haji, mengunjungi area ini biasanya lebih untuk tafakkur dan mengambil ibrah sejarah, bukan bagian dari rangkaian manasik wajib.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRESENTASI KEPALA SEKOLAH SDN PADANGDANGAN I DALAM MOMEN OJT 1 PEMBELAJARAN MENDALAM

ILHAM, ANAK YANG MENGUATKAN

LEMPAR JUMRAH (TASYRIK I), IKHTIAR DAN KESABARAN DI MINA