BELAJAR MEMAHAMI PERAN PETUGAS, MENJAGA KEKHUSYUKAN JAMAAH
Catatan Safari Haji 2026 #07
BELAJAR MEMAHAMI PERAN PETUGAS, MENJAGA KEKHUSYUKAN JAMAAH
@hmad Rasyid
Safari Haji 2026 memberi pelajaran yang sederhana tetapi sangat berkesan. Selama ini mungkin saya mengira tugas petugas haji hanya mendampingi jamaah saat berpindah tempat atau membantu ketika ada kendala. Namun sekarang saya mulai memahami bahwa tugas pokok petugas haji jauh lebih besar dan terstruktur.
Tujuan utamanya ternyata sangat jelas: memastikan seluruh jamaah dapat menuntaskan ibadah umrah wajib dan menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai dengan syariah.
Di balik kelancaran itu, ada banyak unsur yang bekerja sesuai fungsi masing-masing.
Di dalam satu kloter, masing-masing petugas memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Ketua kloter bertugas mengoordinasikan perjalanan dan kebutuhan jamaah.
Dokter serta perawat kloter menjaga kesehatan agar jamaah tetap mampu menjalankan ibadah.
Pembimbing ibadah kloter hadir untuk memberikan arahan agar tata cara ibadah berjalan sesuai tuntunan.
Sementara PHD umum membantu pelayanan dan kebutuhan operasional jamaah.
Tidak hanya itu, setiap kawasan juga memiliki petugas sektor yang mengatur pelayanan secara lebih dekat. Contohnya, jamaah yang tergabung dalam Keluarga 78 berada di Sektor 4 Mekkah, sehingga koordinasi layanan dilakukan melalui jalur yang sudah ditetapkan. Termasuk di dalamnya berkoordinasi dengan bis yang mengangkut jamaah dari hotel menuju terminal Syib Amir, pangkalan terakhir Masjidil Haram.
Yang menarik, semua peran ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada koordinasi lintas sektoral yang memastikan setiap pelayanan tepat sasaran. Di tingkat jamaah, peran ketua regu (Karu) dan ketua rombongan (Karom) juga sangat penting karena mereka menjadi penghubung paling dekat antara jamaah dengan petugas, termasuk dalam koordinasi bersama syarikah maupun pihak hotel.
Termasuk di dalamnya berkoordinasi dengan pihak KBIH, yayasan yang diikuti oleh sebagian jamaah, seperti kloter 78 yang di dalamnya sekitar 122 orang di bawah naungan KBIH Yayasan Al Munawaroh Sumenep.
Dari sini saya semakin paham mengapa jamaah selalu diajak untuk tertib, mengikuti arahan, dan menjaga komunikasi.
Arahan dan motivasi dari petugas bukan sekadar aturan, tetapi bagian dari ikhtiar bersama agar setiap jamaah dapat beribadah dengan nyaman, aman, dan kembali membawa haji yang mabrur.
Mekkah, 22 Mei 2026
#BerbagiltuIndah
Komentar
Posting Komentar