UNTUK APA HIDUP?

Dok. Pribadi 

UNTUK APA HIDUP?

Jagalah sehat sebelum sakit, kata Rasulullah. Sehat itu bagian konsekuensi hidup demikian juga ketika Allah memberikan kita sakit ataupun musibah lainnya . Oleh karenanya sungguh sangat beruntung apabila mampu menggunakan sehat untuk sebesar-besar memberikan dan menularkan manfaat untuk diri sendiri demikian juga untuk orang lain. 

Andaikan kita orang berilmu, sampaikanlah ilmu walaupun secuil (satu ayat) sebagai buah dari ilmu yang kita miliki.

Apa saja potensi yang Allah berikan kepada kita selagi kita masih sehat (masih bisa makan semuanya tu enak tak ada pantangan, hehehe), selagi kita hidup (ntu tetangga kita kemaren sore udah meninggal, tak sakit lagi, tiba-tiba jeblok blas angine) mari wujudkan dalam bentuk kepedulian kepada sesama (saling sharing, saling menerima dan memberi, saling menasehati dalam kebaikan dan dalam kesabaran) sebagai upaya kita taqarrub illallah

Andaikan kita mampu dapatlah kita menjadi tempat curhat bagi teman sejati, teman dekat ataupun teman jauh sekalipun walau hanya melalui saluran lo-hallo (handphone) sehingga ilmu Allah akan mengalir bagi siapapun yang membutuhkannya sebagai bentuk pencerahan dan sebagai bentuk buah dari ilmu yang kita miliki. Ya, ajja' ro mon sakanca'an, kadhang gun kanca curhat pas marengngo' ta' kenneng langlang. Kalau bisa memberikan solusi bantulah, sebab itu ilmu Allah ta' olle kadibi'i.

Selain itu buah ilmu adalah akhlak yang baik. Artinya jikalau kita bertemu dengan seseorang dan ia menunjukkan sikap ketawaduan, bertutur bahasa yang lembut Insya Allah ia termasuk orang yang berilmu. Sebab dengan dasar ilmu itulah ia mampu menahan akhlak yang baik. 

Begitu sebaliknya ketika kita bertemu atau melihat perilaku seseorang yang pongah takabur dan sombong padahal banyak orang Iya adalah orang yang berilmu berarti sejatinya mereka adalah sahabat dari iblis. Atau memang iblis yang bertopeng manusia.

Hakekatnya apabila Allah mengaruniakan sebuah ilmu kepada kita hak itu tentu merupakan Kemuliaan bagi kita, namun apabila kita tidak melaksanakannya dan tidak mengalirkan kepada orang lain, niscaya tak ada bedanya dengan sebuah pohon yang kurang manfaatnya sebab tidak berbuah. Gun ekaparlo epadaddiya kaju tono

# sehat itu mahal sehat itu berharga
# berbahagialah kita yang berilmu dan berbuah dari ilmunyap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI