HIKMAH 1 MUHARRAM
HIKMAH 1 MUHARRAM
Alhamdulillah, Allah telah menakdirkan kami sekeluarga pada sekitar jam 5.30 pagi hari ini untuk bersilaturahim dengan salah seorang wali Allah yang astanya berada di desa kami Ambunten Timur. Beliau telah lama wafat, bahkan kami pun tidak pernah berjumpa dengannya selagi masa hidupnya.
Beliau termasuk salah seorang Mursyid Thariqoh An-Naqsyabandiyah Al-Mudzhariyah, beliau memiliki banyak murid, beberapa orang di antaranya menjadi mursyid sebagai penerus at thariqah ini. Ada yang mengembangkannya di Sumenep (kec. Kota), di Kabupaten Malang, di Kabupaten Sampang, dan di Kalimantan Selatan. Beliau bernama Syaikh Waliullah Al-Arif Billah KH. Ali Wafa al-Muharrar.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan untuk bersilaturahim dengan salah seorang menantu beliau yaitu waliullah Syaikh Al-Arif billah KH Muhammad Imam Bin KH Ahmad Dahlan. Beliau dengan Nyae Towan Rahmah dikaruniai 8 orang putra yang kesemuanya membumikan Solawat di Kawedanan Ambunten.
Hal mana berada di dalam satu area pemakamannya adalah sejumlah Putra beliau yang juga masyhur sebagai wali Allah, di antaranya: Syaikhona KH Muhammad Khalil Imam (peletak dasar pencinta Rasulillah Muhammad SAW), Syaikhona KH Junaid Imam, Syaikhona KH Yusa' Imam, Syaikhona Khadhaifa Imam, dan Syaikhana Muth'am Imam. Subhanallah wabihamdihi.
Adapun pasarean Syaikh Syuhail Imam berada di Ambunten Tengah. Putra bungsu yaitu KH Ahmad Imam meninggal di Madinah saat melaksanakan ibadah haji. Satu diantaranya meninggal di usia belia ( Lora ubadah). [maaf, jika keliru nama]
Sahabat Komalaate, 1 Muharram merupakan Tahun Baru Islam. Muharram adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah. Halmana pada tahun ini adalah bilangan tahun 1445 H yang bertepatan dengan hari Rabu Legi, 19 Juli 2023.
Menurut catatan sejarah, Khalifah kedua, Sayyidina Umar Bin Khattab adalah orang yang membuat dan mencetuskan kalender Hijriyah pertama kalinya. Penanggalan Islam atau yang disebut dengan penanggalan Hijriyah dimulai sejak zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khattab.
Peringatan 1 Muharram mungkin tidak dirayakan sebagaimana tahun baru Masehi, namun Insya Allah Luruh kaum muslimin tak akan melupakan untuk memanjatkan doa akhir tahun Hijriyah pada ba'da Ashar kemarin, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa awal tahun pada bakda maghrib.
Tahun Baru Hijriah yang ditetapkan bersamaan dengan 1 Muharram memiliki makna yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Dalam momen yang bersejarah ini, umat Muslim merenungkan kembali arti dan nilai sebuah momen perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekah Al-Mukarramah ke kota Yatsrib (Madinah al-Munawarah) serta kita dapat memetik hikmah dari perjuangan beliau Rasulullah.
Kalau kita mau memahamkan diri tentang makna dari Tahun Baru Islam, memiliki makna sebagai suatu ikhtiar atau motivasi kita umat muslim untuk tetap semangat pagi dan berjuang tanpa putus asa disertai rasa optimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal perilaku yang buruk(fasik) ke yang baik (ihsan) atau hijrah dari perilaku yang baik ke yang lebih baik lagi.
Sahabat, merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram, bukan hanya tentang mengingat peristiwa bersejarah tersebut, melainkan dapat menjadi momen indah dalam menyatukan harmonisasi umat Muslim sedunia dalam semangat kebersamaan, berrefleksi dan berintrospeksi diri dilanjutkan dengan usaha perbaikan diri. Bahwa seorang muslim dengan prinsip Islam selalu menjunjung Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Basyariyah, serta Ukhuwah Wathoniyah.
Oleh karena itu, para ulama terkait pada 1 Muharram menganjurkan bagi kita untuk memperbanyak amalan zikir kepada Allah, baik dengan zikir membaca Alquran (membaca QS Yasin/lainnya), zikir dengan salat nawafil (sunah), zikir ibadah puasa, zikir dengan menyambung hubungan silaturahim, zikir dengan membaca kalimat thayyibah, zikir dengan menguk sanak saudara/sahabat yang sedang dirundung sakit, zikir den jala bersedekah, zikir dengan mandi pada malam 1 Muharam, zikir dengan ziarah ke kuburan orang tua kita, dan atau zikir dengan ziarah ke makam waliullah dan masih banyak cara zikir sebagai upaya taqarrub ilallah.
Komentar
Posting Komentar