TRADISI "TER-ATER TAJIN SORA"

TRADISI "TER-ATER TAJIN SORA"

Pada edisi tulisan sebelumnya "Hikmah 1 Muharram" telah dibeberkan makna dan semangat 1 Muharram atau tahun baru Islam. Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang diistimewakan dan dimuliakan oleh Allah, sebab memiliki banyak sejarah, yaitu peristiwa besar terjadi pada bulan Muharram.

Khusus tanggal 1 Muharram, yaitu peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dari kota Mekah ke Yatsrib, Madinah

Untuk tanggal 10 Muharram banyak peristiwa penting terjadi, seperti:

a. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS;
b. Selamatnya Nabi Nuh AS dari musibah bencana banjir;
c. Selamatnya Nabi Musa dari kejaran Firaun; 
d. Disembuhkannya Nabi Ayyub AS dari sakit kulit; dan
e. Nabi Isa dilahirkan dan diangkat ke langit.

Orang Madura menyebut Bulan Muharram dengan istilah bulan Sora atau Suro (Jawa). Tradisi yang tetap dilestarikan oleh bangsa Madura, lebih khusus mereka yang berdomisili di Pulau Madura sendiri, yaitu tradisi "rokat pakarangan" atau "pamengkang" dan ter-ater tajin sora.

Khusus untuk bulan Sora, "ter-ater" merupakan aktifitas pemberian hadiah berupa makanan atau tajin sora yang diantarkan pada guru ngaji atau Kyai kampung untuk didoakan keselamatan kemudian sebagiannya diantarkan ke rumah sanak keluarga. 

Jadi kegiatan "ter-ater tajin sora" dimaksudkan untuk "ngalap berkah" keselamatan hidup dalam setahun ke depan dengan cara zikir kepada Allah melalui jalan bersedekah serta bertujuan untuk memupuk hubungan silaturahim sesama tetangga dan sanak keluarga/famili. Mereka mengimplementasikan kalam Allah dan sabda Rasulullah bahwa melalui sedekah dapat menambah keberkahan rezeki dan keselamatan dalam hidup di dunia serta akhirat.
Momen "ter-ater" tajin sora pada muharaman itu bukanlah sebuah tradisi atau simbol ritual semata.Misalnya, dalam konteks agama, manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan bantuan dan pertolongan orang lain. Jadi ukhuwwah Islâmiyyah, senantiasa harus selalu harmonis. Islam juga mengajarkan untuk peduli antar sesama dengan memperbanyak sedekah (wamimma rqzaqnaahum yunfiquun) dengan mengharap ridha Allah dan nilai keberkahannya dapat dinikmati di dunia maupun di akhirat kelak.

 Penulis mengajak kita semua mumpung masih baru masuk bulan Muharram Ayo lestarikan tradisi ini dengan maksud dan tujuan untuk "taqarruban ilallah".

Lalu apa Tajin Sora itu? Ialah sejenis makanan dengan komposisi bubur yang di atasnya dramaikan dengan telor dadar yang diiris-iris, irisan daun bawang, irisan cabe merah, daun seledri, dan kacang tanah atau kacang kedelai. Atau mirip bubur ayam pada umumnya dengan kuah berbahan santan.

Berikut Resep tajin Sora:

Bahan Bubur Suro:
300 gram beras putih
2,5 liter santan encer
2 batang serai
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1/2 sdt garam

Pelengkap:

Telur dadar rawis secukupnya
Kacang tanah goreng secukupnya
garam secukupnya
gula secukupnya

(Sumber resep: cookpad.com)

#Padangdangan, 20 Juli 2023 
#Edisi: Berbagi Itu Indah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI