BELAJAR MEMAHAMI GAYA KEPEMIMPINAN BAPAK HAJI RUSDI
BELAJAR MEMAHAMI GAYA KEPEMIMPINAN BAPAK HAJI RUSDI (Pengawas Bina SD Kecamatan pasongsongan)
Manusia sebagai seorang pribadi bersifat unik. Karena potensi yang unik tersebut maka membentuk karakter dari masing-masing person berbeda pula. Termasuk di dalamnya akanmemengaruhi gaya dan pola kepemimpinannya.
Kata Rasulullah setiap orang itu adalah pemimpin, baik pemimpin untuk diri sendiri maupun memimpin orang lain sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap amanah yang dibebankan kepadanya.
Fokus pada topik yang penulis akan paparkan yaitu belajar memahami gaya kepemimpinan seorang pengawas yaitu Bapak H. Rusdi M.Pd.
Pernyataan yang sering beliau lontarkan kepada kami para guru dan kepala sekolah, "Hidup itu tidak perlu dijadikan beban, jangan sampai terlalu dibawa ruwet, Namun kita harus tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita, baik sebagai guru kepala sekolah atau tugas apapun."
Dalam pernyataan lain, "Kita harus berusaha untuk selalu enjoy dan refresh. Kebutuhan otak kanan ataupun otak kiri harus saling terisi secara seimbang. Ada waktunya untuk bekerja dan harus disiapkan pula waktu untuk istirahat yang cukup."
"Untuk menumbuhkan jiwa yang sehat tentu pula membutuhkan asupan gizi yang sehat semambang kita masih sehat jangan mencegah diri untuk makan makanan yang sehat," pernyataan semacam ini sering beliau lontarkan ketika rapat-rapat kepala sekolah dan atau sedang acara ramah tamah.
Ketika rapat kepala sekolah beliau sering menyampaikan pernyataan, "Kepala sekolah adalah seorang manajer, jadi harus mampu mengelola secara efektif sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Kita harus mengupayakan Bagaimana dalam sistem kinerja kita bersinergi antara satu dengan yang lainnya. Jangan hanya bekerja sendiri-sendiri tapi upayakan bekerja bersama-sama dengan kendali sampeyan sebagai kepala sekolah."
Masih dalam catatan pernyataan beliau, " tugas dan tanggung jawab seorang kepala sekolah itu berat. Oleh sebab itu harus bisa membagi habis pekerjaan apapun yang menjadi tanggung jawabnya kepada personalia yang dipimpinnya. Sampeyan harus paham terhadap apa yang akan dikerjakan sehingga dapat memberikan penjelasan dan informasi terkait dengan tugas yang didelegasikan kepada para guru atau staf yang lainnya."
"Menjadi seorang pemimpin itu harus bisa membagi habis pekerjaan dan tugas organisasinya kepada semua anggota berdasarkan kompetensi masing-masing. Kemudian berilah motivasi bagi mereka untuk bersinergi demi mencapai cita-cita dan tujuan bersama."
"Bekerja itu harus berproses dan bertahap kemudian berikhtiar agar bisa mengalir seperti air yang mengalir. Artinya ketika air tersumbat alias tidak berjalan, maka segeralah cari solusi, sehingga tidak mengendap dan tidak akan menjadi masalah yang rumit dan cukup besar. Caranya bagaimana? Yaitu melalui jalan musyawarah atau sharing dan curhat dengan kepala sekolah yang lain dan atau sharing langsung kepada kami (pengawas)."
"Bagi saya, andai saja suatu waktu ada rekan kerja kita tidak mau untuk diberikan beban tugas delegasi, lalu mengapa harus memilih seorang pemimpin (ketua) kalau tidak mau berbagi tugas?" imbuhnya.
"Sampeyan sebagai kepala sekolah itu bukan superhero, tidak seperti spider-man, dan bukan Batman yang bisa menyelesaikan masalah sendirian, tapi ajaklah rekan kerja kita untuk ikut bertanggung jawab demi tercapainya suatu tujuan."
"Apabila masih ada yang ngotot untuk tidak mau membantu kinerja kita, berilah dia punishment sehingga ia akan menyadari diri bahwa bekerja bersama-sama itu sangatlah dibutuhkan dan sangat penting manfaatnya."
Ingatlah pepatah yang menyatakan bahwa dalam sebuah organisasi penting diterapkan prinsip "Berat Sama Dipukul, Ringan Sama Dijinjing."
***SELAMAT MENIKMATI HIDUP BARU, HIDUP DI MASA PURNA TUGAS***
***TERIMA KASIH ATAS INSPIRASI DAN PEMBINAANNYA SELAMA INI***
***PISAH HANYA DILAHIRNYA DI HATI TETAPLAH SATU***
#Padangdangan, 22 Juli 2023
#Edisi Berbagi Itu Indah
Komentar
Posting Komentar