INDAHNYA BASA-BASI DALAM BERTEGUR SAPA

INDAHNYA BASA-BASI DALAM BERTEGUR SAPA

"Dhari gu'imma dika, Le'?" (Dari mana Dek?)
""Neka dhari jalau', Buk." (Ini dari selatan Mbak)
"O, enggi. Bula ka'adha'a gi, Le." ( Oh iya. Saya mau mendahuluinya Dek)
""Enggi, Buk. Ba ta' nyepperra ka jaraja, sampeyan, Buk" ( Iya Mbak. Sampeyan nggak mampir dulu?)
"Abba, empon, Le'. Bula gi' badha parlo laen, Le'. ( Oh maaf, Dek. Saya masih ada keperluan lain)

Dalam berkehidupan sosial kemasyarakatan kita mesti berinteraksi sosial atau berhubungan antara manusia yang satu dengan yang selainnya atau yang lebih dikenal dengan istilah muamalah dalam Islam.

Adapun pribadi muslim yang didasarkan pada syariah Islam yang kaffah, mereka pasti merajut ikatan  yang baik-baik dengan tetangga termasuk juga dengan para tamunya. Sangat benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah. Beliau pernah bersabda, jikalau kalian ingin mengetahui segi kepribadian seseorang atau perilaku baik atau buruknya seseorang, bertanyalah pada tetangganya.

Mengapa harus bertanya pada tetangga? Sebab merekalah yang paling banyak mengetahui tentangnya melalui cara melihat,  bercengkrama, bersenda gurau, serta mengamati gerak perilaku kesehariannya, bahkan mungkin memang sengaja mengintip perilakunya.

Jadi, kalau kita menginginkan untuk mendapatkan penilaian yang positif dari orang lain (luar), maka penting untuk memperbaiki hubungan dengan cara berbaik-baik pada tetangga.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جارَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Artinya:
"Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR Muslim).

Bahkan Rasulullah mengilustrasikan tentang amal shodaqoh yang paling murah, tanpa kita harus mengeluarkan materi dan tenaga yang ekstra yaitu dengan tersenyum saja sudah cukup.

Senyum merupakan ekspresi rasa yang dapat terlihat melalui roman muka dan sesungging senyuman  oleh orang lain. Dalam islam, senyum adalah sedekah yang paling mudah sekaligus murah. Senyum merupakan jenis sedekah paling ringan yang bisa memberatkan timbangan pahala. Selain bernilai ibadah, senyum juga dapat memupuk hubungan baik antar sesama manusia.

Dari Abu Dzar ra., dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

‎تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR Tirmidzi).

Sebagaimana dalam kitab Syamail Muhammadiyah kitab kumpulan hadits yang membeberkan tentang profil dan kepribadian Rasulullah, dinyatakan bahwa Rasulullah merupakan sosok figur yang paling mulia dalam menebar kebaikan. Beliau dikenal dengan sosok yang murah senyum, selalu ceria, dan berkata baik.

Rasullah SAW bersabda: “Dan yang termasuk mengangkat derajat adalah perkataan yang baik, menyebarkan salam, memberi makanan, sholat malam saat manusia dalam keadaan tidur.” (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Al-Allamah Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’).

Bukan hanya ibadah, senyum juga merupakan sebuah kebajikan. Disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri”. (HR. Muslim). 

Kita diajarkan untuk selalu berpikir dan bersikap secara bijak dan jangan dengan mudahnya meremehkan sesorang (membuang muka) walaupun hanya sekedar bertatap muka saja.

Selain itu ternyata tersenyum juga memiliki segudang manfaat dalam kesehatan. Salah satunya adalah dapat menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tersenyum dapat membuat otot relaksasi, menurunkan denyut jantung dan tekanan darah serta membantu mengurangi risiko terkena serangan jantung. (Dikutip dari: alazharassyarifsumut)

Sehubungan dengan berbagai keterangan di atas penulis mengajak kita semua untuk berbaik-baik dengan tetangga bertegur sapalah ketika berpapasan di jalanan Tebarkan senyum yang indah dan tulus keluar dari hati. Jikalau tidak demikian tidaklah mengapa dengan cukup berbasa-basi. Beberapa petikan kalimat dalam pembukaan tulisan ini merupakan contoh dalam bertegur sapa dan hal itu termasuk basa-basi. Namun percakapan sebagaimana tersebut akan nampak terdengar indah yang menunjukkan sebagai sebuah perilaku yang indah bagi kita sesama muslim. Percakapan demikian merupakan suatu contoh bentuk nyata bahwa kita masih mau untuk membangun silaturahim dengan siapapun terlebih dengan tetangga atau sahabat.

Bertegur sapalah dan jangan sekali-kali memalingkan muka atau wajah. Jikalau kita berpapasan lalu memalingkan muka pasti akan menimbulkan fitnah dalam diri orang lain dan prasangkaan yang buruk terhadapnya. " Apa salana sengko' ma pas ngo'-marongo' ban malentos? Sela juba' robana, atena juba'sakale "

Mari galakkan bertegur sapa walau hanya sekedar berbasa-basi, apalagi dengan ucapan doa berupa salam dengan lafadz "Assalamualaikum", sungguh betapa indahnya kehidupan Islam ini.

#Ambunten, 18 Juli 2023
#Berbagi Itu Indah
#BlitzPesonaJalanRayaBakdaSubuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI