Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

UNTAIAN MUTIARA DI MUSHALLA AL-HIKMAH

Gambar
Cerpen #02 UNTAIAN MUTIARA DI MUSHALLA AL-HIKMAH @hmad Rasyid  Langit sore mulai lembayung. Angin berhembus lembut dari arah sawah yang mulai menguning. Di teras Mushalla Al-Hikmah, Ustad Karim duduk bersila, menunggu murid-murid kecilnya datang untuk mengaji selepas Ashar. Dari kejauhan, terdengar langkah tergesa-gesa. “Assalamu’alaikum, Ustad!” teriak Daffa sambil menggendong tas lusuhnya. Di belakangnya, menyusul adiknya, Nadifa, dengan jilbab agak miring, wajahnya berkeringat tapi semangat. “Wa’alaikumussalam, Daffa, Nadifa. Alhamdulillah, datang juga,” jawab Ustad Karim sambil tersenyum. Tak lama kemudian datang dua santri remaja lain Zakiya, gadis cerdas yang agak keras hati, dan Arifin, pemuda yang sering terlihat ragu-ragu antara dunia remaja dan tanggung jawab. Ustad Karim membuka pertemuan sore itu dengan doa lirih, “Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” Mereka semua mengulanginya, meski...

MENDIDIK KELUARGA SIBUK DENGAN KEBAIKAN

Gambar
Cerpen #01 MENDIDIK KELUARGA SIBUK DENGAN KEBAIKAN  Oleh: Pak Acit  Embun pagi menetes lembut di jendela rumah sederhana keluarga Bahul dan Anisa. Udara masih segar, burung-burung berkicau, dan lantunan murattal dari kamar Daffa mengalun lirih. Suasana seperti itu biasanya menjadi penanda dimulainya rutinitas Cahaya Dhuha—momen kebersamaan mereka setiap hari Sabtu. Namun pagi itu, suasananya agak berbeda. “Daffa, ayo siap-siap dhuha dulu, Nak,” suara Bunda Anisa lembut dari dapur. Dari kamar, terdengar sahutan tergesa, “Nanti aja, Bun! Lagi seru banget levelnya!” Bunda menarik napas panjang. “Game lagi, game lagi,” gumamnya, antara geli dan lelah. Sementara itu, di ruang tamu, Ayah Bahul sedang melipat sajadah. Ia mendengar semua dengan tenang. “Duhai anak muda zaman digital,...” katanya sambil tersenyum tipis, “...musuhnya bukan syetan merah, tapi waktu yang terbuang.” Tak lama Nadhifa, adik Daffa berlari kecil menghampiri ayahnya sambil membawa mukena mini. “Ayah...