Beranda Abu-Abu
KUMPULAN PUISI AHMAD RASYID
Beranda Abu-Abu
rohaniku kering dibuai alunan
sajak-sajak beruntai kata bersilang sabda
gemulai seruling mendayu
menelusuk mabuk
menikam geram
alifpun merunduk sembab
akankah?
semerbak melati mati
bunga bangkai yang kan tiba terangkai
padahal yang ku semai dini hari itu
grand bibit rekaan para mandala
jauh dari istana dongeng senja
saat tunas-tunas kian bersemi
imajiku terabukan
atas dedaun layu
hinggap pagiku sayu
fatamorgana rerumput di puncak
mengikis remah arahku
'nguap terburai bulir salju
repih-repih gemeretak kebias asal
lalu kapan?
gapuraku kan berjuntai mawar
lepas gamang
erat impian
#Ambunten_03022020
#$01
*****
GERBANG
mampukah kunapak jejak rindu
semata alif yang menjulang
yang lama kelana dari ujung hayal
hinggap berbekas sepanjang kornea
mencerap merah hingga violet
riaknya terpasung
sesekali dari balik pintu
santun kabar melambai
bejana emas penuh tuak
menitah pesta surgawi
bidadari rancak menari
jajakan kendi-kendi tak bertuan
entah mana yang setia?
oh, sadarkan aku!
satu per satu yang terlepas binal
hantar nampan pilihan
dengan secarik kertas, kusam
menitah kartu surgatah?
duh, kalam janji?
gerbang suratan,
kepastian!
#Ambunten_04022020
#$02
*****
KERAK KESYAHDUAN
Pagiku melayang sesaat
diterpa riak ombak
dihempas badai berai
jantungku degup gemuruh riuh
masih adakah endapan tersisa
ekstrak dendang syair impian
terlekat di buritan kapal
Akhirnya ...
hingga jauh ku berlari
'mbawa beban jantung
kitari arah gelombang masa
lesat bidikan busur-Mu
tancapkan panah asmara
di riuh pelayaran jiwaku
Kini ...
ku tanamkan jangkar
bermata trisula
berlabuh serah
!!!
#Ambunten, 05022020
#$03
*****
Simpul Pagi
Begitu legit dikau suguhkan, aromanya berasa kayu manis, sungguh semanis senyum putriku nak manja, yang terpercik atas sajadah biru, secangkir adonan kopi kasih suguhmu, syahdu
Dini hari, mentari menawarkan sunggingan, udara hening membalut rasa, jiwapun bening yakin, lembaran pagi berlipat-lipat asa, tak ada jua yang terdusta
Rahasia sunyi sekikas tersibak, terlintas di antara reranting yang patah, pun tunas yang menitikkan semi, melintang atau menjulang, sesak merangkak atau tegak merangsek, lalu terjurai pada kolom pagi berarti
Oh...
sembari 'kan kuketik bagi
dengan nada birahi
#Pasongsongan, 06022020
#$04
Beranda Abu-Abu
rohaniku kering dibuai alunan
sajak-sajak beruntai kata bersilang sabda
gemulai seruling mendayu
menelusuk mabuk
menikam geram
alifpun merunduk sembab
akankah?
semerbak melati mati
bunga bangkai yang kan tiba terangkai
padahal yang ku semai dini hari itu
grand bibit rekaan para mandala
jauh dari istana dongeng senja
saat tunas-tunas kian bersemi
imajiku terabukan
atas dedaun layu
hinggap pagiku sayu
fatamorgana rerumput di puncak
mengikis remah arahku
'nguap terburai bulir salju
repih-repih gemeretak kebias asal
lalu kapan?
gapuraku kan berjuntai mawar
lepas gamang
erat impian
#Ambunten_03022020
#$01
*****
GERBANG
mampukah kunapak jejak rindu
semata alif yang menjulang
yang lama kelana dari ujung hayal
hinggap berbekas sepanjang kornea
mencerap merah hingga violet
riaknya terpasung
sesekali dari balik pintu
santun kabar melambai
bejana emas penuh tuak
menitah pesta surgawi
bidadari rancak menari
jajakan kendi-kendi tak bertuan
entah mana yang setia?
oh, sadarkan aku!
satu per satu yang terlepas binal
hantar nampan pilihan
dengan secarik kertas, kusam
menitah kartu surgatah?
duh, kalam janji?
gerbang suratan,
kepastian!
#Ambunten_04022020
#$02
*****
KERAK KESYAHDUAN
Pagiku melayang sesaat
diterpa riak ombak
dihempas badai berai
jantungku degup gemuruh riuh
masih adakah endapan tersisa
ekstrak dendang syair impian
terlekat di buritan kapal
Akhirnya ...
hingga jauh ku berlari
'mbawa beban jantung
kitari arah gelombang masa
lesat bidikan busur-Mu
tancapkan panah asmara
di riuh pelayaran jiwaku
Kini ...
ku tanamkan jangkar
bermata trisula
berlabuh serah
!!!
#Ambunten, 05022020
#$03
*****
Simpul Pagi
Begitu legit dikau suguhkan, aromanya berasa kayu manis, sungguh semanis senyum putriku nak manja, yang terpercik atas sajadah biru, secangkir adonan kopi kasih suguhmu, syahdu
Dini hari, mentari menawarkan sunggingan, udara hening membalut rasa, jiwapun bening yakin, lembaran pagi berlipat-lipat asa, tak ada jua yang terdusta
Rahasia sunyi sekikas tersibak, terlintas di antara reranting yang patah, pun tunas yang menitikkan semi, melintang atau menjulang, sesak merangkak atau tegak merangsek, lalu terjurai pada kolom pagi berarti
Oh...
sembari 'kan kuketik bagi
dengan nada birahi
#Pasongsongan, 06022020
#$04
Komentar
Posting Komentar