Padhana Kata' e Dhalam Galunthongan

#12 SERI PAREBASAN MADURA 

Padhana Kata' e Dhalem Galunthongan Adakah kita termasuk dalam komunitas yang berpikiran sempit dan picik sebab kurangnya wawasan? Peribahasa "padhana kata' e dhalem galunthongan" atau bagaikan katak dalam tempurung (versi Bahasa Indonesia) dapat diinterpretasikan lebih luas lagi dengan kehadiran mbah google yang di abad ini merambah pelosok-pelosok dunia. Peribahasa tersebut menempatkan pribadi atau sekelompok orang yang masih enggan untuk mengeksplorasi diri. Mereka sulit beradaptasi dengan warna-warni dunia luar. 

Kehadiran internet semestinya telah dapat merubah mindset seseorang dalam usaha menjelajahi dan memahami budaya bangsa lain di belahan dunia. Multitrend aplikasi baru untuk saling berbagi cerita dan pengetahuan bertebaran secara luas. Hal tabu sekalipun kini menjadi sulit terbendung bagai banjir bandang yang akan menerjang siapapun, terutama bagi yang tak memiliki filterisasi kuat. Orang yang memposisikan diri seperti "kata' e dhalem galunthongan" biasanya bersifat anti kritik. Indikasinya, menolak krisan dan tak ingin tersaingi pihak lain. Keniscayaan bahwa muatan improvisasi yang ditawarkan kepada para penikmat acapkali tak selalu diterima dengan tangan terbuka. Pelbagai komentar oleh mereka di platform tersebut yang menganggap bodoh dan tak masuk akal niscaya dapat diterima dengan berlapang dada. 

Adanya sikap eksklusivitas komunitas menjadi salah satu karakteristiknya pula. Walaupun sah-sah saja menjadikan komunitas itu tempat yang eksklusif, tapi dunia ini juga milik komunitas lain yang siap bersaing dan bisa jadi lebih baik dari komunitas kita. Atau terkadang kita merasa dalam posisi zona nyaman. Padahal di luar zona nyaman itu sangat banyak ilmu beserta keajaibannya yang belum diketahui. Di luar sana banyak orang bisa melakukan perubahan, mengapa kita yang menciptakan tempurung sendiri. Ingatlah bahwa media teknologi diciptakan dan dikembangkan semata untuk kita bisa keluar dari tempurung itu sendiri. 

 #ArtikelTigaAlinea 
#by. Ahmad Rasyid 
 #Ambunten, 2 September 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI