BERBAIK SANGKA

Kita manusia sebagai hamba Allah sama di haribaan-Nya, kecuali yang melebihkannya adalah sebab ketakwaannya kepada-Nya. 

Jikalau kita diberikan kelezatan di dalam beribadah, tidak dibenarkan pula menyombongkan diri dan melebih-lebihkan diri daripada yang lainnya. Apalagi menganggap diri orang lain lebih rendah dari kita.

Maka, hal yang arif adalah selalu dan selalu berbaik sangka kepada siapapun sebab kita tidak tahu jalan mana yang Allah ridhoi dan Allah berikan rahmat kepadanya. Berbaik sangka atau sebaliknya berburuk sangka kepada hamba Allah atau kepada makhluk yang lainnya sekalipun itu merujuk pada Allah Sang Maha Pencipta.

Mempergunjingkan perilaku orang lain apalagi kemudian mencaci maki karenanya, hakikatnya ia telah mempergunjingkan dan mencaci maki Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim, sebab izin Allah lah segala sesuatu itu terjadi.

Namun demikian semoga kita selalu dalam pendirian aqidah bahwa setiap sesuatu yang baik itu karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala namun sebaliknya sesuatu perbuatan yang buruk adalah akibat dari kebodohan kita atau ketidakpedulian kita terhadap risalah kenabian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI