KOLABORASI
KOLABORASI
Secara maknawi istilah kolaborasi diartikan sebagai proses bekerja sama untuk menelurkan gagasan atau ide dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama menuju visi bersama.
Di sebuah organisasi yang memiliki sifat saling ketergantungan, kolaborasi menjadi kunci pemikiran kreatif. Bahwa kolaborasi itu penting dalam usaha mencapai hasil terbaik saat menyelesaikan suatu masalah, terlebih apabila berhadapan dengan polemik yang rumit.
Dalam era digitalisasi kolaborasi dapat dimediasi dalam jaringan atau daring, tidak harus di luar jaringan atau luring suatu contoh bentuk kolaborasi jaringan misalnya dalam penggunaan media sosial yang memungkinkan anggotanya untuk berkolaborasi secara virtual tanpa mengenal atau bertemu dengan satu sama lain, baik melalui media WhatsApp, grup Facebook, atau komunikasi aktif dari setiap anggotanya melalui media Zoom meeting, dst.
Segi segi manfaat dari manfaat yang mungkin saja diabaikan oleh kita adalah tumbuhnya keinginan untuk mau dan mampu belajar satu sama lain. Sebagaimana Jostle berpendapat, melalui kolaborasi, seseorang dapat memberikan feedback atau tanggapan satu dan belajar satu sama lain dari pengalaman yang berbeda-beda. Dari proses itulah kita akan menjadi kaya pengalaman dan ilmu terapan nggak akan lebih banyak bermanfaat dalam karya kreatif lanjutan.
Kapan kolaborasi penting untuk lakukan, biasanya dilakukan karena suatu tujuan sulit dicapai sendiri atau tanpa bantuan orang lain.
Jadi prinsip kolaborasi terbangun dari perihal konsep kegotongroyongan dan kebhinekaan global. Proses aplikasinya dengan menggunakan peribahasa ringan sama dijinjing berat sama dipikul.
Namun demikian kolaborasi tak selamanya terbangun secara mulus. Oleh karenanya siapapun kita harus benar-benar memahami profil atau karakteristik anggota.
Ada beberapa faktor yang mungkin saja akan menjadi tantangan dalam kolaborasi, antara lain:
a) Di tempat kerja kurang terbangun jalinan komunikasi yang aktif pun efektif;
b) Tidak ada visi yang jelas, misipun kurang terukur;
c) Perbedaan gaya bekerja sehingga berefek negatif pada sulitnya membangun kepercayaan;
d) Rendahnya kompetensi SDM yang ujung pada rendahnya produktivitas;
e) Mindset negatif, mereka lebih eksis pada zona nyaman;
f) Rendahnya rasa tanggung jawab atau lemahnya etos kerja personalia;
g) Terlalu banyak ide, namun kurang fight dalam eksekusi.
Secara landasan teori bahwa kolaborasi sangat penting, maka SDN Padangdangan I memandang perlu adanya ide yang harus fight dalam eksekusi.
Selayang Pandang
Salah satu harokah SDN Padangdangan I dalam gerak laju, bilah rancang, kinerja aktif dan tuai efektif secara kolaboratif adalah momen tahunan yang telah continue dan konsisten atas komitmen bersama bahwa peringatan Maulid Nabi yang merupakan salah satu momen bersejarah bagi seorang muslim, maka dipandang sebagai salah satu pemicu dan pemacu tumbuh kembangnya pendidikan karakter bagi peserta didik sehingga diharapkan dapat tumbuh 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila.
Kami, Peserta Didik, Dewan Guru, Tenaga Kependidikan, Pengurus Komite Sekola, Pengurus dan anggota Paguyuban Kelas dalam segmen ini mengusung tema: Menggali Ilmu Cinta plus Menggapai Binar Rindu bizikri Maulidir Rasul SAW 1445 H pada Senin, 2 Oktober 2023 atau 16 Rabiul Awal 1445 H bersama KH. Khairudin, Pajung Batu Putih Sumenep.
Dalam akhir tulisan ini kami, kepala sekolah SDN Padangdangan I menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada segenap stakeholder yang telah berkolaborasi secara aktif dalam rangka menyukseskan misi dan visi, hal mana kami lebih memilih dan mengedepankan strategi serta pendekatan spiritual sesuai dengan kondisi sosial kultural SDN Padangdangan I. Jazakumullah Khairan katsiran....
Blitz 4. Kompoy M. Daffa al-Ghifari
Komentar
Posting Komentar