SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA Karya Ahmad Rasyid Langit mulai temaram, semburat jingga tersisa di ufuk barat. Angin sore berhembus lembut di halaman pesantren Mathali'ul Anwar, Sumenep. Suara azan maghrib telah usai sejak beberapa menit lalu. Aku, Ahmad Rasyid, tergesa-gesa melangkah menuju musholla. Nafasku masih tersengal, baju kokoku sedikit kusut karena terburu-buru dari pondok utara, Pangarangan yang cukup jauh dengan berjalan kaki menuju pondok selatan, Kepanjin. Gerbang pondok masih terbuka, lampu-lampu dalam mushalla menyala temaram, menghadirkan keteduhan yang menenangkan. Suasana hening. Jamaah telah berdiri dalam shaf, takbirpun telah berkumandang. Dan di sana, berdiri sejajar dengan para santri, sosok yang senantiasa menghadirkan wibawa dalam setiap geraknya: Syaikhona Abus Suyuf Ibnu Abdillah, guru besar kami di Pondok Pesantren Matholiul Anwar, panutan ruhani, cahaya dalam kepekatan zaman. Yang menjadi santri senior malam itu adalah Ustadz Ah...
Komentar
Posting Komentar