Padhana Aeng e Dhaun Tales

#11 SERI PAREBASAN MADURA

Padhana Aeng e Dhaun Tales 

Talas dengan nama binomial "colocasia esculenta" merupakan jenis tanaman penghasil umbi-umbian dengan daun melengkung dan lebar bagaikan tameng. Tanaman ini diduga telah ditanam sejak zaman purba. Bahkan zaman sebelum tumbuhan padi mulai dikenal dan ditanam orang. Kini talas sudah menyebar sebagai tanaman penghasil karbohidrat yang dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. 

Daun talas berupa perisai yang besar. Bentuk dengan ukuran besar, daun talas dapat dimanfaatkan untuk melindungi diri seseorang dari hujan. Seringkali juga dijadikan sebagai pembungkus makanan di pasar-pasar tradisional. Permukaan daunnya ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang menjadikan kedap air. Artinya air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun tanpa terlihat membasahinya. 

Sifat air yang demikian menginspirasi para leluhur bangsa Madura untuk menjadikannya sebuah peribahasa. Yaitu ditujukan pada seseorang yang memiliki tabiat kurang baik. Betapa sulitnya untuk berubah, walaupun sudah diberikan pencerahan berupa tausiyah. Sifatnya cuek, bebal dan bandel. _Ngalemes, ta' endha' cekka'_. Seolah-olah percuma mengingatkannya, _padhana aeng e dhaun tales.

 #ArtikelTigaAlinea 
#by. Ahmad Rasyid 
 #Ambunten, 17 Agustus 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMBAHYANG MAGHRIB BERSAMA SYAIKHONA

SENJA DI KAMAR NOMOR DELAPAN

ANTARA GURU ATAU PEGAWAI