WASIAT PAGI DARI DESA UNTUK ANAKKU DI KOTA SANTRI
WASIAT PAGI DARI DESA UNTUK ANAKKU DI KOTA SANTRI [Ahmad Rasyid] Angin pagi menyapu pelan sawah yang menghampar di balik rumah kami. Langit mulai membiru, memudarkan semburat jingga sisa fajar yang baru berlalu. Suara ayam berkokok bersahutan, seakan menyambut datangnya hari baru. Sisa embun malampun bercampur dengan aroma kopi pahit yang mengepul dari cangkir tanah liat. Di depan rumah, di bawah pohon mangga tua yang sudah tidak lagi berbuah, aku duduk sendiri. Di atas meja bambu kecil, ada sebuah surat yang belum rampung kutulis. Surat untukmu, anakku si Abduh, yang kini sedang menuntut ilmu di kota santri Pondok Pesantren Bustanu Usysyuqil Qur'an, Demak. Hari-hariku kini sepi tanpamu. Namun rindu yang membuncah di dada ini tidak pernah kutukar dengan penyesalan, karena kau pergi untuk tujuan mulia—menghafal kalamullah. "Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima." Doa itu kututurkan lagi pagi ini. Hamp...