SERBA-SERBI JUMAT CERIA PENUTUP MPLS
SERBA-SERBI JUMAT CERIA PENUTUP MPLS
Jumat pagi yang cerah menyambut hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Padangdangan 1. Hari itu, Jumat, 18 Juli 2025, menjadi momen istimewa yang dirangkai dengan berbagai aktivitas penuh makna dan keceriaan.
Kegiatan dimulai dengan Jumat Sehat, sebuah rutinitas yang mengajak seluruh siswa dari kelas satu hingga enam untuk bergerak bersama dalam senam kebugaran jasmani. Gerakan demi gerakan diikuti dengan antusiasme tinggi, terlebih bagi siswa kelas satu yang mulai berani mengekspresikan diri.
Setelah tubuh digerakkan, kini saatnya menyegarkan hati dan jiwa. Seluruh siswa diajak melantunkan sholawat Nabi dengan khusyuk. Suara-suara kecil mereka menyatu dalam irama sholawat, menggetarkan suasana pagi itu dengan nuansa religius yang sejuk dan menenangkan. Inilah bagian dari ikhtiar mewujudkan sehat rohani, agar anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia.
Kepala sekolah kemudian menyampaikan amanah singkat namun bermakna. Dalam pesannya, Matrasit, S.Pd. mengingatkan bahwa setelah MPLS ini, akan segera datang momentum besar: peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Sekolah akan mempersiapkan berbagai lomba Agustusan, mulai dari bidang olahraga, seni budaya, hingga lomba berbahasa tutur. Harapannya, seperti tahun sebelumnya, SDN Padangdangan 1 bisa kembali mengukir prestasi sebagai juara umum tingkat kecamatan Pasongsongan, sebuah capaian yang membanggakan dan tentu perlu dipertahankan.
Setelah amanah kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan Jumat Bersih. Siswa dari semua jenjang diajak untuk memungut sampah, membersihkan halaman, dan merapikan pot-pot bunga. Mereka bergerak dengan semangat, seolah sudah paham bahwa kebersihan bukan hanya urusan petugas sekolah, melainkan tanggung jawab bersama. Kegiatan ini juga menjadi bagian rutin dari pembinaan karakter, menanamkan nilai kepedulian dan cinta lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan selanjutnya adalah Jumat Berkah, hal semacam penjaringan dan pengumpulan dana sosial untuk menumbuhkan empati dan rasa peduli seluruh personalia sekolah hal mana dana tersebut disalurkan terhadap mereka yang membutuhkan bantuan seperti siswa yang tertimpa musibah sakit, warga tetangga yang kurang mampu, maupun warga yang kena dampak bencana alam dan lainnya termasuk peduli Palestina. Kegiatan rutin ini sudah berjalan sejak Juli 2021.
Namun untuk Jumat ini dari dana yang terkumpul disalurkan pada siswa yang tergolong anak yatim, aktivitas yang mestinya dilaksanakan pada 10 Muharram ('idul yatama), namun karena waktu itu bersamaan dengan hari libur semester sehingga harus ditunda hingga Jumat ini.
Untuk siswa kelas satu, kegiatan berlanjut di ruang kelas. Di sana mereka memulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan absen kehadiran, lalu menyanyikan yel-yel semangat pagi yang membangkitkan antusiasme.
Lagu "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" kembali menggema, membentuk suasana riang dan penuh energi. Suara nyaring mereka seolah berkata, “Kami siap belajar, kami siap tumbuh menjadi anak Indonesia yang hebat!”
Setelah sesi keceriaan dalam kelas, para siswa digiring ke halaman sekolah kenbali untuk mengikuti latihan baris-berbaris dasar. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak Muhammad Syarkawi, guru Bahasa Inggris yang juga merupakan pembina Pramuka Penggalang. Dengan suara tegas namun hangat, beliau mengajarkan aba-aba dasar yang mulai dikenalkan kepada anak-anak. Meski masih banyak yang belum rapi, latihan ini menjadi langkah awal mengenal disiplin dan kebersamaan.
Usai kegiatan baris-berbaris, anak-anak kembali ke kelas. Kali ini mereka diajak menyampaikan kesan dan cerita tentang pengalamannya selama MPLS. Bersama Bu Nurrahmaniah, satu per satu siswa diberi kesempatan untuk tampil di depan. Suasana berubah menjadi panggung refleksi yang hangat. Ternyata, banyak siswa yang sudah berani bercerita dengan gaya masing-masing. Ada yang lucu, ada yang polos, namun semua mengagumkan. Hal ini menunjukkan bahwa potensi storytelling dalam diri mereka sangat besar dan patut untuk terus diasah.
Akhirnya, tibalah saat yang mengharukan. MPLS resmi ditutup oleh Bu Nurrahmaniah, wali kelas satu. Dengan suara lembut dan penuh kasih, beliau menyampaikan terima kasih atas semangat dan keceriaan anak-anak selama lima hari terakhir. Bu Nurrahmaniah juga mengingatkan bahwa MPLS bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju petualangan belajar yang panjang dan menyenangkan.
Hari itu ditutup dengan penuh suka cita. Meski MPLS telah berakhir, semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan selama lima hari akan terus tumbuh dalam hati anak-anak. Jumat itu bukan sekadar hari penutup, tapi awal dari cerita baru, langkah baru, dan harapan besar untuk masa depan. [Pak Acit]
Komentar
Posting Komentar