Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

WASIAT SYAIKHONA SYUHAIL IMAM DALAM MIMPIKU

Gambar
WASIAT SYAIKHONA SYUHAIL IMAM DALAM MIMPIKU @hmad Rasyid  Malam itu terasa panjang, seolah waktu berjalan lebih lambat dari biasanya. Tubuhku terbaring lemah, diselimuti rasa gamang dan ketakutan akan keadaanku yang saat itu mendapati ujian nikmat sakit stroke.  Setiap helaan napas seperti membawa beban, dan setiap gerak kecil terasa menguras tenaga. Dalam sunyi itu, aku mulai memahami bahwa sakit bukan sekadar penderitaan - ia adalah panggilan halus dari Allah agar hamba-Nya kembali menunduk. “Ya Allah…,” bisikku lirih, “jika ini nikmat yang tersembunyi, ajarkan aku cara mensyukurinya.” Di luar, angin malam berbisik pelan. Langit tampak redup, seakan turut merasakan rapuhnya tubuh ini. Aku memejamkan mata, membiarkan diri tenggelam dalam keheningan. Entah kapan tepatnya, antara sadar dan tidak, aku pun memasuki sebuah mimpi yang begitu nyata. Aku sedang duduk-duduk di sebuah tempat yang terang namun menenangkan. Tidak ada rasa sakit, tidak ada kegelisahan. Hanya ketenteraman ...

LISAN JENDELA KEPRIBADIAN

Gambar
Cerpen Cahaya Dhuha #34 LISAN JENDELA KEPRIBADIAN  @hmad Rasyid  Senja merayap perlahan di ufuk barat. Langit memerah lembut, seolah menyapa bumi dengan hangatnya akhir Ramadan. Di teras rumah sederhana itu, Kakek Acit duduk bersila sambil mengipasi dirinya dengan kipas bambu. Di sampingnya, dua cucu kesayangannya, Daffa dan Nadifa, tampak sibuk dengan dunia kecil mereka - satu menggambar, satu lagi mengganggu kakaknya. “Aduh, Nadifa! Jangan diwarnain kumisnya jadi ungu dah!” protes Daffa sambil menutup gambarnya. Nadifa terkekeh. “Biar lucu, Kak. Masa kakek-kakek kumisnya hitam terus. Sekali-sekali ungu biar kayak artis.” Kakek Acit tertawa kecil. “Lho, kalau kumis Kakek diwarnai ungu, nanti orang kampung bilang Kakek ikut lomba badut lebaran.” “Wah, Kakek menang pasti!” seru Nadifa. “Menang jadi apa? Badut teraneh?” sahut Daffa cepat. Mereka bertiga tertawa. Dari dapur, aroma kolak pisang dan gorengan mulai menyusup, mengundang perut yang sejak siang menahan lapa...

BISMILLAH, FIKRI, DAN TARI TOPENG YANG MEMBANGGAKAN

Gambar
Anak Inspiratif #3 BISMILLAH, FIKRI, DAN TARI TOPENG YANG MEMBANGGAKAN  @hmad Rasyid  Namaku Matrasit, kepala SDN Padangdangan I. Pagi itu aku duduk-duduk santai di bawah pohon Ketapang yang rindang di samping kanan kiri halaman sekolah sambil memegang cangkir kopi. “Pak, kopinya keburu dingin,” sapa Bu Nur, guru kelas IV, sambil tersenyum seraya melintas, namun berhenti sejenak. Aku tertawa kecil. “Tenang Bu Nur, kopi dingin masih bisa diminum. Yang penting niatnya tetap hangat,” jawabku bercanda. Bel belum berbunyi, tapi halaman sekolah sudah ramai. Anak-anak berlarian, ada yang bermain sepak bola, ada juga yang berlatih membaca di bawah pohon ketapang sebelah. Tiba-tiba terdengar suara kecil namun lantang, “Bismillahirrahmanirrahim…” Aku menoleh. Itu suara Fikri, murid kelas III yang selalu membuatku kagum sejak ia menduduki bangku kelas I. Ia duduk rapi di bangku taman sambil membuka buku. Sebelum membaca, ia menunduk sebentar, lalu tersenyum. Bu Nu...

TAKWIL MIMPI DI SUBUH RAMADAN 1447 H

Gambar
TAKWIL MIMPI DI SUBUH RAMADAN 1447 H @hmad Rasyid  Malam itu adalah malam Senin, 26 Ramadan 1447 Hijriyah—bertepatan dengan 16 Maret 2026. Udara dini hari masih terasa sejuk ketika waktu sahur telah berlalu dan rumah kembali hening. Tidak ada yang menyangka bahwa pada malam yang tampak biasa itu, sebuah mimpi akan menjadi percakapan batin bagi keluarga kami. Pagi harinya, sekitar pukul tujuh ketika matahari mulai meninggi menuju waktu Dhuha, istriku, Zulfa, menghampiriku dengan wajah yang masih menyimpan tanda tanya. Kami duduk di ruang tamu, sementara anakku, Anis, dan kedua anaknya sudah berada bersama kami. “Mas,...” katanya pelan, “...tadi malam aku bermimpi bertemu Ibu.” Aku menatapnya sejenak. “Ibu siapa?” “Ibumu… almarhumah Hajjah Saatun.” Aku terdiam. Zulfa kemudian menceritakan mimpinya. Dalam tidurnya ia melihat ibuku seolah sedang berada di sebuah tempat dan melihat ibu hendak menyeberang. Namun ibuku tidak jadi menyeberang. Ia seperti ragu, lalu berkata dala...