Postingan

Beranda Abu-Abu

Gambar
KUMPULAN PUISI AHMAD RASYID Beranda Abu-Abu rohaniku kering dibuai alunan sajak-sajak beruntai kata bersilang sabda gemulai seruling mendayu menelusuk mabuk menikam geram alifpun merunduk sembab akankah? semerbak melati mati bunga bangkai yang kan tiba terangkai  padahal yang ku semai dini hari itu grand bibit rekaan para mandala jauh dari istana dongeng senja saat tunas-tunas kian  bersemi imajiku terabukan atas dedaun layu hinggap pagiku sayu fatamorgana rerumput di puncak mengikis remah arahku 'nguap terburai bulir salju  repih-repih gemeretak kebias asal lalu kapan? gapuraku kan berjuntai mawar lepas gamang erat impian #Ambunten_03022020 #$01 ***** GERBANG mampukah kunapak jejak rindu semata alif yang menjulang yang lama kelana dari ujung hayal hinggap berbekas sepanjang kornea mencerap merah hingga violet riaknya terpasung sesekali dari balik pintu santun kabar melambai bejana emas penuh tuak menitah pesta...

Sesaat Kutantang Matahari

Sesaat Kutantang Matahari By. Ahmad Rasyid Pagi itu, tepatnya Senin pagi kami seperti biasanya melaksanakan upacara bendera di sekolah. Pancaran sinar matahari begitu terang. Sekitar sepuluh menit tak sedikitpun mendung menghampirinya. Tak butuh diam, biarlah berlalu walau sewaktu saja melintas lalu meneduhi kami. Panasnya terasa keras menampar pipi. Terik, sungguh memerahkan. Tampaknya mayoritas siswa yang siap gerak dalam barisan mulai nolah-noleh. Tak semangat. Disiplin yang tak biasa termanjakan, sedikit  goyah. Andai saja, Pak Guru Zainal tak dibelakangnya tentulah bubar. Aku yang terpanggil belakangan sebagai pembina upacara ragu-ragu pula. Kurang pede di kala berhadapan langsung dengan matahari. Protokol memanggilnya. Tidak serta merta aku ke lapangan, melainkan kuambil topi blangkon yang biasa kupakai hari Selasa di etalase kantor. Terlihat aneh. Setelan seragam ceki dengan atas blangkon. Siip... baru aku berdiri di tempat yang sudah disiapkan. Lima menit saja pipiku...

BIANG LALI

BIANG LALI oleh. ahmad rasyid tak tertahan pegangan terhempas di mana angsa putih bertengger kandas lincah parunya membeku kini hitam kusut membiru berenang penuh caci-maki di lautan keluh kesah berombak darah hingga bernanah mengapa ...? yang dahulu mengalun buah salam kini membusuk hampir tiada tersisakan yang dahulu bersandar ya akrom ya aba jahal kini jadi haluan karibku nan cerdik tertawa berbalik cap hati berasa munafik lalu ... mengira salah makan atau ... mengira tuhan lupakan nyaris ... tenggelam bawah jomberan lambat pun tak kuasa sesalkan biang lali kami harus cari mesti tak sudi kembali...?! ya rabb ... terangkan langkah abdi kembalikan ke jalan pasti semurni melukis hati di zamrut pertiwi ini #biaspolitik2019 #sumenep,15112018

DEDIKASI SEORANG PENJAGA SEKOLAH

Gambar
PENJAGA SEKOLAH MENGAJAR ADALAH DEDIKASI YANG LAYAK DIAPRESIASI _Catatan Kecil Seorang Kepsek_ Oleh. Ahmad Rasyid Pada tiga perempat akhir tahun 2012 saya sebagai seorang guru di salah satu SD Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep yang sudah mengabdi hampir 24 tahun terjadi hal yang cukup menggelitik terhadap pikiran dan hati saya kala itu. Dalam perjalanan pulang usai pertemuan pengurus PGRI di Kabupaten Sumenep pasca HGN 2012 yang dihadiri oleh masing-masing Pengurus Cabang PGRI Kecamatan bertemu dengan seorang teman yang satu _korp_ dalam bidang tugas. " Ayo ikut...! Saya sudah selesai ujian Administrasi dan Alhamdulillah lulus", ujarnya. Saya sebenarnya sudah mahfum atas pernyataan teman bahwasanya ada seleksi gelombang kedua untuk penjaringan kepala sekolah. Yaitu program seleksi kepala sekolah khusus SD atas kerjasama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dengan LPMP Jawa Timur. Gayung pun bersambut. Dalam hati ingin mewarnai forum kepala sekolah barangkali ada sua...

WORKSHOP : TINGKATKAN POTENSI GURU UNTUK PROGRAM LITERASI

Gambar
Bu Fitri Busyro dalam Seminar Ayo Menulis yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Radar Madura Sumenep. Pada edisi hari Sabtu tanggal 10 November 2018 yang bertempat di Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep. Dalam kesempatan tersebut beliau Memberikan motivasi kepada para peserta agar bisa memulai aktivitas dalam berliterasi. Adapun topik atau tema yang diusung dapat dipilih dari pengalaman keseharian baik dilingkungan tugas sebagai guru ataupun dalam berkomunikasi di lingkungan sosial kemasyarakatan. Dalam kehidupan manusia kegiatan menulis adalah bersifat urgent. Dari karya tulis lah seorang manusia akan terkenang dan dikenal oleh banyak orang. Sehingga dengan demikian dari bahan tulisan akan menjadi sumber referensi bagi yang lainnya dalam menapaki proses kehidupan ini ke arah yang lebih baik dan positif. Terlebih bagi seorang guru yang memang notabene bidang menulis harus dilakukan sebab menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat ba...

MANUSIA DENGAN ORANG, BEDAKAH ?

Artikel ini merupakan jawaban atas pertanyaan sahabat pada status fb tgl. 19092018 pada akun saya pribadi. Yaitu pertanyaan tentang adakah perbedaan antara "orang" dengan "manusia". Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dari tanah. Dialah Adam (seorang laki-laki). Allah juga menciptakan Siti Hawa (seorang perempuan) dengan bahan dari tulang rusuk kiri bagian bawah Adam (sebab itu satu dari tulang rusuk keturunan Adam tidak menyatu sebagaimana tulang lainnya). Sedangkan kita setelah penciptaan Adam dan Hawa adalah anak keturunannya dengan cara dilahirkan oleh Ibu Hawa yang dikenal dengan sebutan Bani Adam. Allah ciptakan manusia dalam keadaan _fi ahsani taqwim_ yaitu diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, diharapkan agar menjadi manusia yang pandai bersyukur. Dalam KBBI, kata "manusia" diartikan sebagai makhluk yang berakal budi. Manusia dilengkapi "akal pikiran" untuk berpikir secara logis yang dapat diterima oleh manusia (sosi...

POLISI TIDUR, LAYAKKAH SEBAGAI JURU SELAMAT ?

Saya masih teringat di masa kecil ketika ibu guru kelas 2 SD menanyakan tentang cita-citaku. "Apa cita-citamu kelak, Nak ?" Tanya Bu Guru. "Polisi, Bu." Jawabku singkat. "Ya, bagus," ucap Bu Guru. "Tapi syaratnya harus rajin belajar, jangan jadi polisi tidur lo !" Beliau melanjutkan. Polisi Tidur . Ya, mengapa penulis mengangkat tema polisi tidur ? Alasannya, pada sekitar minggu pertama di bulan September 2018 ini memiliki pengalaman khusus yang barangkali menjadi catatan episode agak pahit dalam history kehidupan penulis. Ceritanya, jatuh sendiri, bangun sendiri, sebab ulah polisi tidur yang tanpa tanda dan rambu-rambu apapun. _(Tak perlu kiranya bagaimana kronologi kejadiannya penulis paparkan dalam artikel ini)_ Polisi Tidur berfungsi sebagai alat pembatas kecepatan atau markah kejut, yaitu bagian jalan yang ditinggikan berupa tambahan aspal atau semen yang dipasang melintang di  jalan untuk pertanda memperlambat laju / kecepatan ke...