Postingan

TANGGA' JA' OPAE

#03 SERI PAREBASAN MADURA Tangga' Ja' Opae Pada era digital apapun bisa terjadi. Siapapun bisa mengampu alat canggih yang dikenal dengan hp (handphone) ini. Awal kehadirannya hp hanya untuk media komunikasi audio dan sudah terkesan "wah" dan mahal. Kita merasa terbantu ketika berkomunikasi dua arah dengan orang lain dengan jarak jauh, tidak perlu bertemu secara langsung lawan bicara sehingga terasa lebih efektif dan efisien. Perkembangan hp di tahun dua ribuan semakin pesat. Aplikasi semakin canggih, asesorisnya semakin menawan. Hp android, tak hanya menawarkan suara, tampilannya komplet: ada gambar, teks chat, musik, video, kalkulator, alquran digital, teleconference fokus audio, pencarian alamat (google map), belakangan dapat belajar, pesan transport, dan shopping online. Sejak kehadiran pandemi covid 19 bertambah lagi dengan aplikasi media teleconference audio-visual (zoom). Sehingga menjadi terobosan baru dalam bekerja dan belajar di rumah. Kehadiran hp dari ...

ANJALA SOTRA

#02 SERI PAREBASAN MADURA Anjala Sotra Entahlah, sudah berapa beribu juta orang yang dicipta dan telah dilahirkan ke dunia. Bisa dipastikan di antara mereka yang terlahir tak ada yang sama, walau mereka terlahir kembar sekalipun. Ada kemiripan so pasti, baik postur tubuh dan roman muka; karakteristik yang hampir tiada beda; gaya hidup, logika berpikir, dan kehendak yang semi sejalan; serta prilaku umum lainnya. Sebab eksistensi yang mendekati kesamaan atau lebarnya perbedaan itulah kemudian mengharuskan antar mereka menjalin adanya kompromi sosial yang mengikat. Asumsi "anjala sotra" bagi orang Madura sebagai simbol kebijaksanaan dalam permusyawaratan dengan mengedepankan segi kemanusiaan yang adil dan beradab. Dua istilah yang timbul dari laut dan darat. Para nelayan dalam aktifitas keseharian selalu berhubungan dengan jenis alat tangkap ikan. Sebut saja "jala". Ikan apa yang hendak ditangkap tentu akan disiapkan "jala" yang sesuai. Sedangkan "s...

Akaba' Sampayan

#01 SERI PAREBASAN MADURA Akaba' Sampayan Acapkali seseorang bilang betapa sulitnya menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Misalnya, beradaptasi dalam lingkungan keluarga baru, sebab menikahi salah seorang anggota keluarga baru itu dan atau diangkat sebagai bagian keluarga baru. Mungkin pula, baru diangkat sebagai salah satu karyawan atau pejabat suatu institusi yang baru dan sebab hal lainnya yang memungkinkan terjadinya hubungan komunikasi dua arah pada lingkungan sosial baru. Mengapa terjadi? Salah satu indikasinya sebab belum memahami karakteristik masing-masing anggota komunitas. Hal demikian kemudian memicu terjadinya kekurangpedean atas kompetensi dirinya. Konsep kepribadian "akaba' sampayan" yaitu mampu menerima setiap sesuatu yang menimpa dirinya, baik itu hal kebaikan ataupun keburukan. Sebagaimana _kaba' sampayan_ (kawat yang dibentangkan atas kedua ujungnya untuk dijadikan tempat jemuran pakaian). Bahwa ia tak pernah membeda-bedakan je...

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02 : AZIMAT CINTA (Bagian 2) Irfan belum bisa bernafas lega. Sekalipun akan dikenalkan pada seorang wanita, hatinya dirundung duka. Kakek yang...

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02 : AZIMAT CINTA (Bagian 2) Irfan belum bisa bernafas lega. Sekalipun akan dikenalkan pada seorang wanita, hatinya dirundung duka. Kakek yang...

Beranda Abu-Abu

Gambar
KUMPULAN PUISI AHMAD RASYID Beranda Abu-Abu rohaniku kering dibuai alunan sajak-sajak beruntai kata bersilang sabda gemulai seruling mendayu menelusuk mabuk menikam geram alifpun merunduk sembab akankah? semerbak melati mati bunga bangkai yang kan tiba terangkai  padahal yang ku semai dini hari itu grand bibit rekaan para mandala jauh dari istana dongeng senja saat tunas-tunas kian  bersemi imajiku terabukan atas dedaun layu hinggap pagiku sayu fatamorgana rerumput di puncak mengikis remah arahku 'nguap terburai bulir salju  repih-repih gemeretak kebias asal lalu kapan? gapuraku kan berjuntai mawar lepas gamang erat impian #Ambunten_03022020 #$01 ***** GERBANG mampukah kunapak jejak rindu semata alif yang menjulang yang lama kelana dari ujung hayal hinggap berbekas sepanjang kornea mencerap merah hingga violet riaknya terpasung sesekali dari balik pintu santun kabar melambai bejana emas penuh tuak menitah pesta...

Sesaat Kutantang Matahari

Sesaat Kutantang Matahari By. Ahmad Rasyid Pagi itu, tepatnya Senin pagi kami seperti biasanya melaksanakan upacara bendera di sekolah. Pancaran sinar matahari begitu terang. Sekitar sepuluh menit tak sedikitpun mendung menghampirinya. Tak butuh diam, biarlah berlalu walau sewaktu saja melintas lalu meneduhi kami. Panasnya terasa keras menampar pipi. Terik, sungguh memerahkan. Tampaknya mayoritas siswa yang siap gerak dalam barisan mulai nolah-noleh. Tak semangat. Disiplin yang tak biasa termanjakan, sedikit  goyah. Andai saja, Pak Guru Zainal tak dibelakangnya tentulah bubar. Aku yang terpanggil belakangan sebagai pembina upacara ragu-ragu pula. Kurang pede di kala berhadapan langsung dengan matahari. Protokol memanggilnya. Tidak serta merta aku ke lapangan, melainkan kuambil topi blangkon yang biasa kupakai hari Selasa di etalase kantor. Terlihat aneh. Setelan seragam ceki dengan atas blangkon. Siip... baru aku berdiri di tempat yang sudah disiapkan. Lima menit saja pipiku...