Postingan

Padhana Aeng e Dhaun Tales

#11 SERI PAREBASAN MADURA Padhana Aeng e Dhaun Tales  Talas dengan nama binomial "colocasia esculenta" merupakan jenis tanaman penghasil umbi-umbian dengan daun melengkung dan lebar bagaikan tameng. Tanaman ini diduga telah ditanam sejak zaman purba. Bahkan zaman sebelum tumbuhan padi mulai dikenal dan ditanam orang. Kini talas sudah menyebar sebagai tanaman penghasil karbohidrat yang dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.  Daun talas berupa perisai yang besar. Bentuk dengan ukuran besar, daun talas dapat dimanfaatkan untuk melindungi diri seseorang dari hujan. Seringkali juga dijadikan sebagai pembungkus makanan di pasar-pasar tradisional. Permukaan daunnya ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang menjadikan kedap air. Artinya air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun tanpa terlihat membasahinya.  Sifat air yang demikian menginspirasi para leluhur bangsa Madura untuk menjadikannya sebuah peribahasa. Yaitu ditujukan pada seseorang yang memiliki ta...

Arabas Pagar

#10 SERI PAREBASAN MADURA  Arabas Pagar Ta'aruf alias saling mengenal antar sesama dalam kehidupan sosial sangat dianjurkan. Baik sesama jenis, demikian juga dengan lain jenis. Jalan mulia dalam upaya saling mengenal pun mesti dirajut sedekian rupa dengan memenuhi standarisasi etika sosial budaya. Bukan ujuk-ujuk, apalagi harus dengan jalan mempedaya. Melainkan dibangun serta dijalaninya melalui rel tradisi dan budaya yang beradab. Penting mengedapankan segi moralitas sehingga hubungan tersebut terbangun sebagai harmoni nan syahdu.  Demikian halnya, seorang lelaki yang ingin merajut hubungan yang lebih intens dengan seorang wanita. Berbagai upaya dapat dibangun sehingga berfundamen yang kokoh. Pihak ketiga pun suatu waktu menjadi penting. Ia diharap mampu memediasi antar kedua belah pihak. Hal itu penting dilakukan sebelum kedua orang tua memastikan dan menetapkan sebagai calon pendamping hidupnya secara sah. Jikalau keduanya sudah saling mengenal, berikutnya rekatan hubunga...

Asapo' Sahadat Abantal Iman

Gambar
#09 SERI PAREBASAN MADURA   Asapo' Sahadat Abantal Iman  Selain berperangai keras dan berpendirian kuat, bangsa Madura dikenal pula sebagai bangsa yang religius. Wujud religius, mereka selalu tawaduk dan taat terhadap titah Kyai. Mereka meyakini apa yang keluar dari lisan Kyai merupakan pengejawantahan dari rahasia Alquran. Bahkan segi-segi kehidupan yang detail mesti menunggu berkah Kyai. Tak akan dilakukannya bila belum mendapatkan restu dan petnjuknya, di samping atas rida orang tua. Kuat dalam memegang prinsip "bapa' babu' guru rato" yang harus diikuti dan ditaati. Prinsip ini kemudian membudaya.  Hampir di setiap rumah selalu terdapat musalla walaupun semi permanen. "Paddusan" atau tempat wuduk yang terbuat dari tempayan besar menghiasi sebelahnya. Pakaian koko dan kopiah putih selalu dikenakannya, walau mereka belum melaksanakan ibadah haji. Mereka mengiaskan bahwa sesuatu yang putih akan menjadi cerminan hati yang suci.  Demikian dalam peribahasa...

Padhana Lebbi Sodhu Korang Tajin

#08 SERI PAREBASAN MADURA Padhana Lebbi Sodhu Korang Tajin  Lulusan perguruan tinggi terlebih sekolah menengah atas, baik negeri ataupun swasta setiap tahunnya sebegitu banyak. Baginya tidak serta merta mendapatkan atau dapat menyiapkan lapangan kerja bagi yang lain. Sekalipun lulusan sekolah kejuruan harus berlomba meraih peluang kerja yang dinilainya prospektif. Naif, apabila peluang tersebut tak dapat diraih, sebegitu mudah status "pengangguran" disandangnya. Yang lebih sadis, disebutnya sebagai sampah masyarakat, apabila yang dominan prilaku ubnormal.  Sebagian dari solusi menemuarahkan pencari kerja yaitu pasar tenaga kerja (PTK). Yaitu wadah bagi seluruh aktifitas pelaku pasar yang produktif dalam memberikan solusi bagi pencari dan penyedia kerja. Lembaga ini bertujuan untuk mengoordinasikan antar keduanya. Yaitu tempat bertemunya pembeli dan penjual. Pembeli, orang yang menyediakan pekerjaan (perusahaan) sedangkan pihak penjual si pencari kerja itu sendiri. Kriteriapun...

Padhana Nompa' Jaran Apajungan

#07 SERI PAREBASAN MADURA   Padhana Nompa' Jaran Apajungan  Pada seri sebelumnya, seseorang yang tertimpa musibah dua kali, dinyatakan "akantha etapok ekala' odhengnga". Lalu, bagaimana dengan mereka yang ditakdirkan memperoleh keberuntungan dua kali berturut-turut atau bahkan berlipat-lipat? "Padhana nompa' jaran apajungan" merupakan peribahasa Madura yang menunjukkan koneksi sosial demikian. "Rarenggan" itu dalam bahasa Indonesia berarti naik kuda sambil memakai payung. Naik kuda melambangkan tingginya kehormatan dan keagungan seseorang, apalagi plus menggunakan payung. Suatu keberuntungan yang berlipat.  Ada sebuah kisah inspiratif, dia seorang guru sukwan di sebuah SD. Guru muda berstatus single, sebut saja si Zara (nama sarmaran ) lulusan D-2 PGSD. Dedikasinya tinggi, ulet dan kreatif. RPP dan media belajar tak terlupakan ketika hendak mengajar. Guru, baginya bisa dibilang profesi kedua. Ia apoteker dengan kualifikasi akademik D-1 farmas...

Akantha Etapok Ekala' Odhengnga

#06 SERI PAREBASAN MADURA  Akantha Etapok Ekala' Odhengnga   Setiap orang pasti menginginkan kehidupan sakinah, hidup tenang dan damai. Ia dipastikan selalu bermunajah mohon keselamatan pada Allah SWT. Namun, cukupkah dengan hanya berdoa untuk meraih keselamatan itu? Tentu tidak. Suatu keniscayaan apabila berbicara dengan budi bahasa yang santun dan bertindak sesuai dengan norma yang baik dan benar. Jikalau menginginkan keselamatan dari wabah pandemi corona, ikutilah protokol kesehatan dengan disiplin dan tanggung jawab. Yang tak kalah penting, yaitu senang berbagi kebaikan secara sadar dan ikhlas, terutama bagi yang membutuhkan. Berbagi dalam bentuk harta benda, tenaga, dan pandangan (ide, krisan, atau motivasi) dapat menjadi solusi terbaik sesuai kebutuhannya.  Wabah pandemi corona hakekatnya untuk menggugah wujud rasa syukur dan kepedulian. Yaitu tumbuhnya semangat berulur tali asih, tali asah, dan tali asuh antar sesama. Terlebih bagi mereka yang terpapar, terd...

Akantha Mennya' ban Aeng

#05 SERI PAREBASAN MADURA Akantha Mennya' ban Aeng Kita sering disuguhkan tontonan film kartun asal Amerika yang bertajuk "Tom and Jerry" di salah satu stasiun tv. Prilaku Tom (kucing) dengan Jerry (tikus) memang sangat ekspresif. Keduanya sama-sama gesit dan terengginas. Tergambar dua karakter binatang yang sangat berbeda. Antara keduanya tidak pernah ada kesamaan atau kecocokan. Si Jerry tampak gemes yang selalu memancing emosi, sebaliknya si Tom dibuat geram sebab ulahnya. Ia ingin menangkap dan akan mempermalukan si Jerry, namun hajatnya selalu gagal. Antara keduanya selalu berseberangan arah, tak pernah bertemu dalam suatu tujuan yang sama. Dalam peribahasa Madura digambarkan seperti hubungan antara minyak (mennya') dengan air (aeng). "Mennya'" (mintak tanah/minyak goreng) ketika bercampur atau sengaja dipertemukan dengan "aeng" tidak akan pernah terlarut atau menyatu. "Mennya'" akan berbentuk gelembung-gelembung di dasa...