Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Padhana Kata' e Dhalam Galunthongan

#12 SERI PAREBASAN MADURA  Padhana Kata' e Dhalem Galunthongan Adakah kita termasuk dalam komunitas yang berpikiran sempit dan picik sebab kurangnya wawasan? Peribahasa "padhana kata' e dhalem galunthongan" atau bagaikan katak dalam tempurung (versi Bahasa Indonesia) dapat diinterpretasikan lebih luas lagi dengan kehadiran mbah google yang di abad ini merambah pelosok-pelosok dunia. Peribahasa tersebut menempatkan pribadi atau sekelompok orang yang masih enggan untuk mengeksplorasi diri. Mereka sulit beradaptasi dengan warna-warni dunia luar.  Kehadiran internet semestinya telah dapat merubah mindset seseorang dalam usaha menjelajahi dan memahami budaya bangsa lain di belahan dunia. Multitrend aplikasi baru untuk saling berbagi cerita dan pengetahuan bertebaran secara luas. Hal tabu sekalipun kini menjadi sulit terbendung bagai banjir bandang yang akan menerjang siapapun, terutama bagi yang tak memiliki filterisasi kuat. Orang yang memposisikan diri seperti "k...

Padhana Aeng e Dhaun Tales

#11 SERI PAREBASAN MADURA Padhana Aeng e Dhaun Tales  Talas dengan nama binomial "colocasia esculenta" merupakan jenis tanaman penghasil umbi-umbian dengan daun melengkung dan lebar bagaikan tameng. Tanaman ini diduga telah ditanam sejak zaman purba. Bahkan zaman sebelum tumbuhan padi mulai dikenal dan ditanam orang. Kini talas sudah menyebar sebagai tanaman penghasil karbohidrat yang dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.  Daun talas berupa perisai yang besar. Bentuk dengan ukuran besar, daun talas dapat dimanfaatkan untuk melindungi diri seseorang dari hujan. Seringkali juga dijadikan sebagai pembungkus makanan di pasar-pasar tradisional. Permukaan daunnya ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang menjadikan kedap air. Artinya air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun tanpa terlihat membasahinya.  Sifat air yang demikian menginspirasi para leluhur bangsa Madura untuk menjadikannya sebuah peribahasa. Yaitu ditujukan pada seseorang yang memiliki ta...

Arabas Pagar

#10 SERI PAREBASAN MADURA  Arabas Pagar Ta'aruf alias saling mengenal antar sesama dalam kehidupan sosial sangat dianjurkan. Baik sesama jenis, demikian juga dengan lain jenis. Jalan mulia dalam upaya saling mengenal pun mesti dirajut sedekian rupa dengan memenuhi standarisasi etika sosial budaya. Bukan ujuk-ujuk, apalagi harus dengan jalan mempedaya. Melainkan dibangun serta dijalaninya melalui rel tradisi dan budaya yang beradab. Penting mengedapankan segi moralitas sehingga hubungan tersebut terbangun sebagai harmoni nan syahdu.  Demikian halnya, seorang lelaki yang ingin merajut hubungan yang lebih intens dengan seorang wanita. Berbagai upaya dapat dibangun sehingga berfundamen yang kokoh. Pihak ketiga pun suatu waktu menjadi penting. Ia diharap mampu memediasi antar kedua belah pihak. Hal itu penting dilakukan sebelum kedua orang tua memastikan dan menetapkan sebagai calon pendamping hidupnya secara sah. Jikalau keduanya sudah saling mengenal, berikutnya rekatan hubunga...

Asapo' Sahadat Abantal Iman

Gambar
#09 SERI PAREBASAN MADURA   Asapo' Sahadat Abantal Iman  Selain berperangai keras dan berpendirian kuat, bangsa Madura dikenal pula sebagai bangsa yang religius. Wujud religius, mereka selalu tawaduk dan taat terhadap titah Kyai. Mereka meyakini apa yang keluar dari lisan Kyai merupakan pengejawantahan dari rahasia Alquran. Bahkan segi-segi kehidupan yang detail mesti menunggu berkah Kyai. Tak akan dilakukannya bila belum mendapatkan restu dan petnjuknya, di samping atas rida orang tua. Kuat dalam memegang prinsip "bapa' babu' guru rato" yang harus diikuti dan ditaati. Prinsip ini kemudian membudaya.  Hampir di setiap rumah selalu terdapat musalla walaupun semi permanen. "Paddusan" atau tempat wuduk yang terbuat dari tempayan besar menghiasi sebelahnya. Pakaian koko dan kopiah putih selalu dikenakannya, walau mereka belum melaksanakan ibadah haji. Mereka mengiaskan bahwa sesuatu yang putih akan menjadi cerminan hati yang suci.  Demikian dalam peribahasa...

Padhana Lebbi Sodhu Korang Tajin

#08 SERI PAREBASAN MADURA Padhana Lebbi Sodhu Korang Tajin  Lulusan perguruan tinggi terlebih sekolah menengah atas, baik negeri ataupun swasta setiap tahunnya sebegitu banyak. Baginya tidak serta merta mendapatkan atau dapat menyiapkan lapangan kerja bagi yang lain. Sekalipun lulusan sekolah kejuruan harus berlomba meraih peluang kerja yang dinilainya prospektif. Naif, apabila peluang tersebut tak dapat diraih, sebegitu mudah status "pengangguran" disandangnya. Yang lebih sadis, disebutnya sebagai sampah masyarakat, apabila yang dominan prilaku ubnormal.  Sebagian dari solusi menemuarahkan pencari kerja yaitu pasar tenaga kerja (PTK). Yaitu wadah bagi seluruh aktifitas pelaku pasar yang produktif dalam memberikan solusi bagi pencari dan penyedia kerja. Lembaga ini bertujuan untuk mengoordinasikan antar keduanya. Yaitu tempat bertemunya pembeli dan penjual. Pembeli, orang yang menyediakan pekerjaan (perusahaan) sedangkan pihak penjual si pencari kerja itu sendiri. Kriteriapun...

Padhana Nompa' Jaran Apajungan

#07 SERI PAREBASAN MADURA   Padhana Nompa' Jaran Apajungan  Pada seri sebelumnya, seseorang yang tertimpa musibah dua kali, dinyatakan "akantha etapok ekala' odhengnga". Lalu, bagaimana dengan mereka yang ditakdirkan memperoleh keberuntungan dua kali berturut-turut atau bahkan berlipat-lipat? "Padhana nompa' jaran apajungan" merupakan peribahasa Madura yang menunjukkan koneksi sosial demikian. "Rarenggan" itu dalam bahasa Indonesia berarti naik kuda sambil memakai payung. Naik kuda melambangkan tingginya kehormatan dan keagungan seseorang, apalagi plus menggunakan payung. Suatu keberuntungan yang berlipat.  Ada sebuah kisah inspiratif, dia seorang guru sukwan di sebuah SD. Guru muda berstatus single, sebut saja si Zara (nama sarmaran ) lulusan D-2 PGSD. Dedikasinya tinggi, ulet dan kreatif. RPP dan media belajar tak terlupakan ketika hendak mengajar. Guru, baginya bisa dibilang profesi kedua. Ia apoteker dengan kualifikasi akademik D-1 farmas...

Akantha Etapok Ekala' Odhengnga

#06 SERI PAREBASAN MADURA  Akantha Etapok Ekala' Odhengnga   Setiap orang pasti menginginkan kehidupan sakinah, hidup tenang dan damai. Ia dipastikan selalu bermunajah mohon keselamatan pada Allah SWT. Namun, cukupkah dengan hanya berdoa untuk meraih keselamatan itu? Tentu tidak. Suatu keniscayaan apabila berbicara dengan budi bahasa yang santun dan bertindak sesuai dengan norma yang baik dan benar. Jikalau menginginkan keselamatan dari wabah pandemi corona, ikutilah protokol kesehatan dengan disiplin dan tanggung jawab. Yang tak kalah penting, yaitu senang berbagi kebaikan secara sadar dan ikhlas, terutama bagi yang membutuhkan. Berbagi dalam bentuk harta benda, tenaga, dan pandangan (ide, krisan, atau motivasi) dapat menjadi solusi terbaik sesuai kebutuhannya.  Wabah pandemi corona hakekatnya untuk menggugah wujud rasa syukur dan kepedulian. Yaitu tumbuhnya semangat berulur tali asih, tali asah, dan tali asuh antar sesama. Terlebih bagi mereka yang terpapar, terd...

Akantha Mennya' ban Aeng

#05 SERI PAREBASAN MADURA Akantha Mennya' ban Aeng Kita sering disuguhkan tontonan film kartun asal Amerika yang bertajuk "Tom and Jerry" di salah satu stasiun tv. Prilaku Tom (kucing) dengan Jerry (tikus) memang sangat ekspresif. Keduanya sama-sama gesit dan terengginas. Tergambar dua karakter binatang yang sangat berbeda. Antara keduanya tidak pernah ada kesamaan atau kecocokan. Si Jerry tampak gemes yang selalu memancing emosi, sebaliknya si Tom dibuat geram sebab ulahnya. Ia ingin menangkap dan akan mempermalukan si Jerry, namun hajatnya selalu gagal. Antara keduanya selalu berseberangan arah, tak pernah bertemu dalam suatu tujuan yang sama. Dalam peribahasa Madura digambarkan seperti hubungan antara minyak (mennya') dengan air (aeng). "Mennya'" (mintak tanah/minyak goreng) ketika bercampur atau sengaja dipertemukan dengan "aeng" tidak akan pernah terlarut atau menyatu. "Mennya'" akan berbentuk gelembung-gelembung di dasa...

Akantha Kampowan Sekkem

#04 SERI PAREBASAN MADURA Akantha Kampowan Sekkem Setiap orang akan pernah  merasakan kemarahan. Yaitu suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan peningkatan: denyut jantung, tekanan darah, adrenalin (sejenis hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan gerak cepat tubuh), dan noradrenalin (sejenis sel yang berfungsi untuk mobilisasi otak dan tubuh untuk bergerak cepat). (wikipedia.org) Biasanya marah itu timbul sebab perasaan yang dominan secara perilaku, berupa ekspresif luar pada raut muka (wajah), gigi gemeretak, mata melotot, nafas tersengal, dan suara yang relatif keras. Marah juga sebab respon psikhologis atas tekanan dari pihak luar, semacam tindakan untuk menghindari (penyelamatan diri) selagi mungkin sehingga terkadang sampai terjadi agresi publik. Faktor kognitif yang dapat memicu rasa marah, salah satunya sebab kurangnya pemahaman terhadap pokok masalah atau tak mampu menemukan solusi upaya penyelesaian masalah. Orang yang sedang marah sangat mungkin untuk melak...

TANGGA' JA' OPAE

#03 SERI PAREBASAN MADURA Tangga' Ja' Opae Pada era digital apapun bisa terjadi. Siapapun bisa mengampu alat canggih yang dikenal dengan hp (handphone) ini. Awal kehadirannya hp hanya untuk media komunikasi audio dan sudah terkesan "wah" dan mahal. Kita merasa terbantu ketika berkomunikasi dua arah dengan orang lain dengan jarak jauh, tidak perlu bertemu secara langsung lawan bicara sehingga terasa lebih efektif dan efisien. Perkembangan hp di tahun dua ribuan semakin pesat. Aplikasi semakin canggih, asesorisnya semakin menawan. Hp android, tak hanya menawarkan suara, tampilannya komplet: ada gambar, teks chat, musik, video, kalkulator, alquran digital, teleconference fokus audio, pencarian alamat (google map), belakangan dapat belajar, pesan transport, dan shopping online. Sejak kehadiran pandemi covid 19 bertambah lagi dengan aplikasi media teleconference audio-visual (zoom). Sehingga menjadi terobosan baru dalam bekerja dan belajar di rumah. Kehadiran hp dari ...

ANJALA SOTRA

#02 SERI PAREBASAN MADURA Anjala Sotra Entahlah, sudah berapa beribu juta orang yang dicipta dan telah dilahirkan ke dunia. Bisa dipastikan di antara mereka yang terlahir tak ada yang sama, walau mereka terlahir kembar sekalipun. Ada kemiripan so pasti, baik postur tubuh dan roman muka; karakteristik yang hampir tiada beda; gaya hidup, logika berpikir, dan kehendak yang semi sejalan; serta prilaku umum lainnya. Sebab eksistensi yang mendekati kesamaan atau lebarnya perbedaan itulah kemudian mengharuskan antar mereka menjalin adanya kompromi sosial yang mengikat. Asumsi "anjala sotra" bagi orang Madura sebagai simbol kebijaksanaan dalam permusyawaratan dengan mengedepankan segi kemanusiaan yang adil dan beradab. Dua istilah yang timbul dari laut dan darat. Para nelayan dalam aktifitas keseharian selalu berhubungan dengan jenis alat tangkap ikan. Sebut saja "jala". Ikan apa yang hendak ditangkap tentu akan disiapkan "jala" yang sesuai. Sedangkan "s...

Akaba' Sampayan

#01 SERI PAREBASAN MADURA Akaba' Sampayan Acapkali seseorang bilang betapa sulitnya menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Misalnya, beradaptasi dalam lingkungan keluarga baru, sebab menikahi salah seorang anggota keluarga baru itu dan atau diangkat sebagai bagian keluarga baru. Mungkin pula, baru diangkat sebagai salah satu karyawan atau pejabat suatu institusi yang baru dan sebab hal lainnya yang memungkinkan terjadinya hubungan komunikasi dua arah pada lingkungan sosial baru. Mengapa terjadi? Salah satu indikasinya sebab belum memahami karakteristik masing-masing anggota komunitas. Hal demikian kemudian memicu terjadinya kekurangpedean atas kompetensi dirinya. Konsep kepribadian "akaba' sampayan" yaitu mampu menerima setiap sesuatu yang menimpa dirinya, baik itu hal kebaikan ataupun keburukan. Sebagaimana _kaba' sampayan_ (kawat yang dibentangkan atas kedua ujungnya untuk dijadikan tempat jemuran pakaian). Bahwa ia tak pernah membeda-bedakan je...

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02 : AZIMAT CINTA (Bagian 2) Irfan belum bisa bernafas lega. Sekalipun akan dikenalkan pada seorang wanita, hatinya dirundung duka. Kakek yang...

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02

BERBAGI TERASA INDAH: AZIMAT CINTA#02 : AZIMAT CINTA (Bagian 2) Irfan belum bisa bernafas lega. Sekalipun akan dikenalkan pada seorang wanita, hatinya dirundung duka. Kakek yang...

Beranda Abu-Abu

Gambar
KUMPULAN PUISI AHMAD RASYID Beranda Abu-Abu rohaniku kering dibuai alunan sajak-sajak beruntai kata bersilang sabda gemulai seruling mendayu menelusuk mabuk menikam geram alifpun merunduk sembab akankah? semerbak melati mati bunga bangkai yang kan tiba terangkai  padahal yang ku semai dini hari itu grand bibit rekaan para mandala jauh dari istana dongeng senja saat tunas-tunas kian  bersemi imajiku terabukan atas dedaun layu hinggap pagiku sayu fatamorgana rerumput di puncak mengikis remah arahku 'nguap terburai bulir salju  repih-repih gemeretak kebias asal lalu kapan? gapuraku kan berjuntai mawar lepas gamang erat impian #Ambunten_03022020 #$01 ***** GERBANG mampukah kunapak jejak rindu semata alif yang menjulang yang lama kelana dari ujung hayal hinggap berbekas sepanjang kornea mencerap merah hingga violet riaknya terpasung sesekali dari balik pintu santun kabar melambai bejana emas penuh tuak menitah pesta...