PAGI LIBURAN DI TERAS RUMAH KAKEK ACIT
Cerpen Cahaya Dhuha #21 PAGI LIBURAN DI TERAS RUMAH KAKEK ACIT Pagi itu matahari belum sepenuhnya naik. Embun masih setia menggantung di daun mangga depan rumah. Angin tipis menyelinap lewat teras, membawa aroma tanah basah sisa hujan dini hari. Di kursi rotan tua, Kakek Acit duduk sambil menyeruput kopi pahit hitam kesayangannya. “Hmm… kopi pagi di hari libur itu rasanya seperti doa yang dikabulkan setengah-setengah,” gumamnya pelan. “Setengah-setengah kenapa, Kek?” tanya Daffa sambil menguap lebar, masih mengenakan kaus tidur. “Soalnya kalau dikabulkan sepenuhnya, Kakek masih pengin tidur lagi,” jawab Kakek Acit sambil terkekeh. Nadifa yang duduk di sebelah Daffa langsung tertawa kecil. “Kakek lucu. Libur kok malah pengin tidur.” “Eh, jangan salah,” sahut Kakek Acit, mengangkat telunjuknya. “Libur itu bukan soal tidur lama. Libur itu soal memanfaatkan waktu dengan bahagia.” Daffa mengangguk-angguk sok paham. “Berarti main game seharian juga bahagia dong, Kek?” Kakek Acit hampir ...