NISFU SYAKBAN DI UJUNG MADURA: TRADISI SALLIMAN DAN TUTUP BUKU AMAL
NISFU SYAKBAN DI UJUNG MADURA: TRADISI SALLIMAN DAN TUTUP BUKU AMAL @hmad Rasyid Malam Nisfu Sya’ban di Sumenep selalu punya denyutnya sendiri yang terbilang unik. Udara Kota Sumenep terasa lebih hangat, bukan karena cuaca, melainkan karena sebuah tradisi yang membudaya saling menghangatkan hati. Dari pusat kota hingga pinggiran Manding, seperti Lalangon dan Kasengan lampu-lampu rumah menyala lebih awal, pintu-pintu terbuka lebih lama, dan senyum terasa lebih murah dibagikan. Bagi masyarakat yang menamakan diri Jam’iyah Ahlussunnah, malam pertengahan bulan Sya’ban bukan sekadar tanggal di kalender hijriah. Malam itu diyakini sebagai saat diangkatnya catatan amal manusia, laporan resmi malaikat Raqib dan Atid ke Hadirat Allah SWT. Maka, sebelum “buku lama” ditutup dan “buku baru” dimulai, mereka ingin membersihkannya dengan doa dan maaf. "Nolganol" mereka istilahkan. Sejak awal Maghrib masjid-masjid dan mushola penuh. Masyarakat hadir memadatinya tempat-temp...